Ikhtiar Temani Perjuangan Guru Bangkit Pascagempa

Di Mamuju, warga terdampak bencana hingga kini tengah berjuang mengambalikan hidupnya seperti sediakala. Hal serupa juga dilakukan oleh guru honorer.

1
Penyerahan paket pangan untuk guru di Mamuju. (ACTNews)

ACTNews, MAMUJU Gempa bumi yang mengguncang Mamuju Januari lalu hingga kini masih menyisakan duka bagi korban terdampak. Kejadian itu masih jelas dalam ingatan mereka. Bangunan tempat tinggal, begitu juga dengan perekonomian yang ikut ambruk digoncang bencana besar. Saat ini, tiga bulan pascabencana, kehidupan belum sepenuhnya pulih kembali.

Salah satu yang masih merasakan dampak gempa ialah Murni, seorang guru pendidikan agama di Rangas, Simboro, Mamuju. Hingga detik ini, aktivitasnya masih banyak dihabiskan di dalam tenda yang didirikan di pekarangan rumahnya. Hal itu dilakukan karena rumah ibu tiga anak ini mengalami kerusakan dan belum diperbaiki.

Serupa Murni yang kehidupannya sampai sekarang belum pulih, hal sama juga dirasakan Rini. Guru honorer di Rangas, Mamuju ini tengah berjuang memperbaiki ekonomi pascagempa. Sayang, di tengah ikhtiarnya ini, terdengar kabar adanya pengurangan 3 ribu tenaga honorer di Kabupaten Mamuju. “Kami was-was, semoga jangan sampai kami ada di dalamnya (pengurangan),” harap Rini, Jumat (23/4/2021).

Melihat kondisi pascabencana dan belum pulihnya kondisi warga terdampak bencana, khususnya guru, Aksi Cepat Tanggap (ACT) di pekan kedua Ramadan ini menyerahkan bantuan pangan untuk guru di Rangas, termasuk Murni dan Rini. Paket pangan yang diserahkan merupakan buah kedermawanan masyarakat yang mendukung Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan. Gerakan ini merupakan inisiasi ACT untuk mendampingi warga, khususnya prasejahtera, selama Ramadan.

Kepala Cabang ACT Mamuju Bakri Rahmat mengatakan, paket pangan yang hadir untuk guru merupakan wujud nyata kedermawanan sekaligus apresiasi atas perjuangan guru dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Di wilayah terdampak bencana, salah satu prioritas bantuan yang ACT salurkan ialah ke guru. Selain pangan, hunian nyaman untuk keluarga sebelumnya sudah terlebih dahulu dibangun untuk guru di Mamuju,” jelas Rahmat.

Hingga kini, uluran tangan masih dinantikan oleh guru serta warga lain yang terdampak bencana. Rahmat pun mengajak dermawan untuk jangan melupakan Mamuju dan Sulawesi Barat yang kini tengah berjuang bangkit setelah dihantam bencana besar.[]