Kelola Warung Wakaf, Masjid Al Latief Makmurkan Yatim

Pengurus Masjid Al Latif memanfaatkan Warung Wakaf untuk menopang kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Kelola Warung Wakaf, Masjid Al Latief Makmurkan Yatim' photo

ACTNews, DEPOK - Kendati berada di tengah pemukiman warga menengah, Warung Wakaf yang berada di Masjid Al-Latief, Pesona Cinere Residence, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat bukan sekadar menjadi tempat berbelanja kaum berada. Usaha ritel berbasis wakaf tersebut juga membantu menopang ekonomi warga prasejahtera.

Tak jauh dari lingkungan kompleks perumahan dan Masjid Al Latief, terdapat pemukiman yang dihuni warga prasejahtera. Mereka mayoritas pekerja serabutan juga puluhan anak yatim. Selama empat tahun terakhir, 29 anak yatim di pemukiman tersebut rutin diberikan santunan oleh Masjid Al Latief. Kini, pengurus Masjid Al Latief juga memanfaatkan Warung Wakaf yang mereka kelola sejak Januari lalu untuk menopang kegiatan sosial tersebut.

“Kegiatan amal dari pihak masjid itu sendiri sudah berjalan sebelum adanya Warung Wakaf. Setelah adanya Warung Wakaf di lingkungan kompleks, 50% santunannya diubah jadi voucher untuk belanja di warung Wakaf,” ujar Intishor Jundi selaku Koordinator Warung Wakaf di Jabodetabek.

Selain 29 orang anak yatim dari keluarga prasejahtera yang juga sering mengaji di Masjid Al Latief, penerima manfaat dari voucher santunan ini juga diberikan kepada warga sekitar yang kurang mampu, marbot masjid, dan satpam kompleks. Dana santunan tersebut merupakan buah kedermawanan dari warga kompleks juga donatur lain di luar kompleks.

Salah satu dari dermawan itu adalah H. Andre, warga Pesona Cinere Residence. Ia memberikan sumbangan berupa sembako yang dibeli melalui Warung Wakaf untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

“Dengan adanya warung wakaf di masjid ini, kami bisa mengajak masyarakat yang tadinya hanya niat berbelanja, bisa sekalian beramal. Ini inovasi yang baru dalam berwakaf, jadi dapat membantu perekonomian umat muslim serta membantu masyarakat yang membutuhkan dengan cara bebelanja di Warung Wakaf,” ujar H. Andre.



Untuk pendapatan Warung Wakaf di Masjid Al-Latief sendiri, Jundi menaksir angka sekitar Rp 200-400 ribu per harinya. Angka ini berdasarkan peninjauannya ke Warung Wakaf itu pada Selasa (20/3) lalu.

“Harapan ke depannya, pemanfaatan dari pendapatan Warung Wakaf ini akan kita gunakan untuk kegiatan operasional pekanan dan bulanan masjid. Bisa untuk ongkos ustaz dan marbot, juga kalau ada taklim di sini,” ujar Jundi. Selain itu, Global Wakaf juga menargetkan adanya program Wakaf Humanity Card (WHC) di warung ini. Sehingga, orang-orang yang membutuhkan bisa berbelanja secara cuma-cuma.

H. Andre menyambut baik gagasan ini. Menurutnya, kehadiran program-program dari Warung Wakaf ini akan bermanfaat untuk kemaslahatan umat terutama untuk anak-anak yatim. Ia berharap program-program dari Warung Wakaf bisa dirasakan lebih luas lagi.

“Mungkin kalau ada promosi bisa lebih bagus, biar bisa mengenalkan kepada masyarakat, terutama yang berada di luar kompleks. Jadi nanti yang berbelanja bukan hanya orang-orang yang ada di dalam kompleks saja, tapi banyak juga dari luar kompleks,” ujar H. Andre. []


Bagikan