IKM Donasikan 3 Milyar untuk Korban Konflik Papua

Selain untuk membantu perantau Sumatra Barat untuk pulang, donasi tersebut juga rencananya digunakan untuk pemulihan trauma maupun membantu modal usaha perantau yang kehilangan mata pencahariannya.

IKM Donasikan 3 Milyar untuk Korban Konflik Papua' photo
Sejumlah perwakilan pemerintah dan tokoh masyarakat Sumatra Barat sedang membuka acara penggalangan donasi. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA - Melalui acara Badoncek, atau penggalangan dana, Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM ) berhasil menambah jumlah bantuan untuk warga terdampak konflik Wamena. Donasi yang terkumbul bertambah sebanyak Rp 3,1 miliar, dari donasi awal yang tadinya Rp 1 miliar lebih. Acara yang diinisiasi oleh Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno pada Selasa (1/10) malam, dihadiri juga oleh berbagai macam komunitas dan lembaga, termasuk Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Irwan Prayitno  mengatakan, bantuan dari masyarakat Sumbar perantauan yang berkumpul di Ballroom Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur malam itu, akan digunakan untuk memulangkan warga Sumbar yang memang ingin pulang.

“Memang kami ingin mereka bertahan dan tinggal. Baik Gubernur Papua dan Bupati Wamena juga menghendaki masyarakat yang rantau tetap tinggal di situ karena mereka menggerakan ekonomi. Tapi kalau tidak bisa ditahan, ya kita pulangkan,” ujar Irwan.

Selain untuk memulangkan warga, donasi ini juga akan digunakan Pemerintah Sumatra Barat untuk melakukan pemulihan trauma dan memberikan modal kepada para perantau. Hal ini mengingat mereka juga kehilangan harta benda dan mata pencahariannya akibat konflik di Wamena.


Salah satu sesi penggalangan donasi Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM). (ACTNews/Reza Mardhani)

Selain Pemerintah Sumatra Barat, ACT sendiri juga berencana membantu masyarakat terdampak dengan memulangkan mereka pada Kamis (3/10) nanti. Sebanyak 97 orang akan diterbangkan dari Bandar Udara Sentani menuju Sumatra Barat dalam dua kali penerbangan. Irwan mengapresiasi juga kontribusi dari ACT tersebut.

“Kepada ACT kami ucapkan terima kasih karena sudah banyak juga membantu. Termasuk yang akan memulangkan warga dengan beberapa kali penerbangan. Saya rasa ini juga sudah sesuai dengan harapan kita, karena untuk mengembalikan mereka yang merasa cemas, takut, dan khawatir,” katanya.

Bantuan pemulangan pengungsi Wamena asal Sumbar ini adalah buah kedermawanan masyarakat Indonesia. Melalui kedermawanan ,baik dari para dermawan di ACT maupun di acara IKM malam itu, akan ada lebih banyak kepedulian lagi untuk Papua. Hal ini disampaikan Nurman Priyatna dari Tim Komunikasi ACT yang hadir pada malam itu.

“Kita juga menyadari bahwa ini sudah menjadi sebuah rencana Allah. Kita hanya menjadi operator dari apa yang telah diamanahkan kepada kita. Tapi kita juga boleh sangat-sangat menambah semangat dan keyakinan kita, bahwa akan ada lebih banyak kepedulian bangsa ini yang bisa kita hadirkan di bumi Papua,” kata Nurman.

Sebagai manusia yang tidak dapat hidup dan membiarkan saudaranya kesusahan sendiri, Nurman mengajak masyarakat Indonesia untuk terus membantu Papua dan berharap amal para dermawan akan menjadi amal terbaik. Irwan pun mengharapkan hal yang sama untuk para dermawan dari berbagai elemen masyarakat.

“Karena tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat, bahkan ACT dan lembaga lainnya melakukan kegiatan kepedulian. Dan ini saya apresiasi dan saya ucapkan terima kasih. Mudahan-mudahan (bantuan) ini bisa jadi amal jariyah untuk semuanya,” harap Irwan. []

Bagikan

Terpopuler