Ikuti Panggilan Hati, Iip Mengabdi Puluhan Tahun

Selama 33 tahun Iip Latifah (50) mengajar, ia digaji Rp80 ribu setiap bulannya, sementara suaminya bekerja sebagai petani. Memang menurutnya penghasilan mereka berdua saat ini tak cukup, namun panggilan hati mendorongnya untuk terus mendidik.

Ikuti Panggilan Hati, Iip Mengabdi Puluhan Tahun' photo
Iip sedang menceritakan kisahnya kepada Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tasikmalaya. (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA – Sudah 33 tahun Iip Latifah (50) mengajar untuk anak-anak setingkat SD di sebuah madrasah diniyah di Desa Cipondok, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya. Untuk pengabdiannya itu, Iip digaji sebesar Rp80 ribu per bulannya.

Di samping mengajar, Iip juga sering membantu suaminya yang bekerja sebagai petani. Ia memperkirakan ladang yang digarap suaminya menghasilkan kurang dari Rp1 juta per bulannya. Dengan itulah ia membiayai ketujuh anaknya.

Enggak cukup, tapi Allah kan Maha Pengasih dan Penyayang dan Maha Pemberi Rezeki. Jadi ada saja (rezekinya),” ungkap Iip kepada Tim Global Zakat – ACT pada Senin (13/7) lalu.

Meskipun mengaku penghasilan dia dan suaminya belum mencukupi untuk kebutuhan keluarga, Iip tidak ingin berhenti dari pekerjaannya kini. Baginya mengajar adalah panggilan hati, sampai-sampai ia bingung bagaimana menjelaskannya. “Gimana, ya? Jadi saya itu sudah terpanggil untuk mendidik anak-anak. Dari usia kecil, saya mendidik masalah agama. Mengajarnya itu Alquran, tajwid, qiroah. Seputar-seputar itu saja,” jelas Iip.


Iip merupakan salah satu penerima manfaat dari program Sahabat Guru Indonesia yang diberikan oleh Global Zakat - ACT Tasikmalaya. Iip senang dengan adanya bantuan ini sehingga ia berharap banyak lagi guru-guru yang menjadi penerima manfaat seperti dirinya, terutama guru-guru lain di tempat ia mengajar sekarang.

“Kan ibu mengajar di sana bukan seorang diri, banyak lagi saudara ibu yang lain. Mudah-mudahan saudara-saudara ibu yang lain nanti menyusul mendapatkan bantuan dari sini. Kalau ibu sendiri rasanya senang, tapi ada sedih juga,” ungkap Iip.

Ia pun turut mengucapkan terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah mengantarkan amanah tersebut, baik para dermawan maupun Global Zakat – ACT sendiri. “Mudah-mudahan rezeki yang didapat tambah berlimpah, dan semua yang bekerja di sini (ACT) diberikan kesehatan, ditambah rezekinya, dan panjang umur,” harap Iip.

Fauzi mengajak para dermawan untuk mewujudkan harapan Iip agar semakin banyak lagi guru-guru yang bisa merasakan manfaat dari program Sahabat Guru Indonesia. “Semakin banyak para dermawan yang berpartisipasi, maka semakin banyak lagi guru yang bisa kami sapa. Oleh karenanya kami mengajak para dermawan untuk membersamai para guru yang masih ada dalam kondisi prasejahtera. Bantuan terbaik dapat disalurkan melalui rekening BNI Syariah 99 0000 568 atas nama Yayasan Global Zakat atau bisa langsung mengunjungi laman Indonesia Dermawan,” terang Fauzi. []


Bagikan