Iman, Persatuan, dan Sedekah Mampu Bangkitkan Umat dari Keterpurukan

Pandemi seakan menjadi ujian besar bagi seluruh umat di seluruh dunia saat ini. Namun, keterpurukan ini bukan tanpa solusi. Ustaz Faris Bq mengajak seluruh masyarakat menjadikan iman, persatuan serta sedekah sebagai ikhtiar kembali bangkit dari keterpurukan.

Perda (kiri) di tengah kebun hidroponiknya yang ada di Palembang. Di tengah menurunnya pendapatan akibat wabah, ia tak libur bersedekah. (ACTNews)

ACTNews, DEPOK – Jumlah kasus positif Covid-19 di Nusantara telah menyentuh angka lebih dari 280 ribu jiwa. Mereka tersebar di berbagai tempat, tak hanya di kota, tapi juga di pelosok daerah. Dalam sehari, ribuan kasus baru ditemukan. Dampaknya pun sangat luas, tak hanya kesehatan, tapi juga pendidikan yang tak berjalan dengan lancar, sosial dan budaya yang terganggu, hingga ekonomi yang anjlok dan mengalami kesulitan untuk bangkit.

Indonesia pun saat ini sedang di ambang resesi. Ekonomi menurun drastis dalam kurun waktu tertentu. Pelaku usaha besar mengalami guncangan, banyak karyawan yang terpaksa diputus hubungan kerjanya. Sedangkan para pelaku usaha kecil dan mikro pun sedang bersusah payah bertahan dari hantaman.

Berbagai upaya telah semua pihak lakukan, baik dari pemerintah sebagai pemimpin wilayah, hingga warga sipil yang berlomba-lomba dalam kebaikan membantu sesama. Sebagai tokoh agama, Ustaz Faris Bq pun memberikan tanggapannya mengenai kondisi masyarakat yang saat ini nyaris semua sedang mengalami keterpurukan. Baginya, masyarakat, khususnya umat Islam haruslah bertahan menghadapi kondisi ini. Pasalnya, dalam catatan sejarah, keterpurukan akibat keadaan serupa sudah pernah dialami orang terdahulu dan mereka semua bisa melewatinya dan bangkit kembali.

“Dalam catatan sejarah banyak sekali kondisi di mana suatu kaum, khususnya umat Islam, mengalami keterpurukan. Mulai saat zaman nabi hingga setelahnya dan sampai sekarang. Namun, sejarah telah membuktikan, bahwa umat Islam bisa melewati kondisi kurang baik itu,” ungkap Ustaz Faris Bq saat ditemui di acara peluncuran gerakan "Bangkit Bangsaku" yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap, Rabu (30/9), yang bertempat di Universitas Indonesia.


Dari kiri ke kanan, Ustaz Faris BQ, Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar dalam sesi foto selepas peluncuran Gerakan Nasional Bangkit Bangsaku di Kompleks Universitas Indonesia, Rabu (30/9). (ACTNews/Eko Ramdani)

Menurut Ustaz Faris Bq, umat terdahulu menjadikan iman serta persatuan sebagai cara untuk melewati masa keterpurukan. Meningkatkan keimanan serta mempererat persatuan di tengah perbedaan bisa menjadi “alat” yang ampuh untuk mengatasi permasalahan yang ada. Ini dibuktikan dalam berbagai kejadian sejarah Islam, khususnya saat umat Nabi Muhammad dihadapkan dengan berbagai perang.

Jika dalam konteks sekarang yang dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, iman dan persatuan juga masih bisa diaplikasikan untuk melewati masa-masa sulit. Dengan terbatasnya aktivitas, setiap orang bisa meningkatkan keimanan dari rumah bersama keluarganya. Terbatasnya pertemuan pun bisa dimanfaatkan untuk mempererat persatuan. Ketika semua orang bisa mematuhi protokol kesehatan, itu pun sudah bisa dikatakan persatuan, melakukan hal yang sama untuk kebaikan bersama.

Selain iman dan persatuan, ada hal lain yang tak kalah hebat dampaknya untuk melewati masa-masa sulit ini. Ustaz Faris mengatakan, bahwa hal itu ialah sedekah. Pandemi Covid-19 tak hanya membawa dampak buruk pada kesehatan, tapi juga ekonomi yang terpuruk. Untuk mengatasinya, sedekah baik dalam bentuk infak, zakat, hingga wakaf dapat menjadi solusi.

“Jangan pernah lupakan manfaat besar sedekah,” tambah ustaz alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini.

Pertemuan ACTNews dengan Ustaz Faris berlangsung pada Rabu siang di kompleks UI, Depok saat peluncuran gerakan "Bangkit Bangsaku". Gerakan ini sendiri Aksi Cepat Tanggap (ACT) inisiasi sebagai salah satu solusi untuk melewati masa sulit akibat pandemi. Namun, gerakan ini tak hanya berhenti ketika pandemi berakhir, tapi akan berlanjut hingga bangsa Indonesia dapat mandiri dalam segala hal.

Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan, salah satu ajakan dalam gerakan nasional ini ialah bersedekah. ACT sendiri telah memiliki laman Indonesia Dermawan sebagai dukungan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan sedekah, infak, zakat, wakaf hingga kurban. “Dari dana sedekah tersebut, berbagai aksi kebaikan akan hadir. Khususnya untuk kembali membangkitkan semangat bangsa setelah keterpurukan,” jelas Ibnu.[]