Imbas Serangan Israel, Krisis Listrik Semakin Mencekik Gaza

Serangan Israel membuat perusahaan distribusi listrik Gaza memperkirakan Gaza akan mengalami krisis listrik dalam waktu dekat.

Listrik Gaza
Bantuan bahan bakar bantuan Sahabat Dermawan dipasok untuk sejumlah rumah sakit di Gaza, April lalu. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Perusahaan yang bertugas untuk mendistribusi listrik di Gaza menyatakan akan ada pemadaman listrik di sebagian besar wilayah Gaza, setelah serangan misil Israel merusak saluran yang memasok listrik ke satu-satunya pembangkit listrik di wilayah selatan Kota Gaza.

Dilansir dari Aljazeera, dalam sebuah postingan Facebook perusahaan distribusi listrik Gaza, mereka mengatakan pihaknya telah mencoba memperbaiki saluran listrik tersebut. Perbaikan ini merupakan yang kesekian kalinya mereka lakukan dalam minggu ini.

“Hal ini membuat warga Gaza sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Per hari, rata-rata warga di Gaza hanya memperoleh listrik selama kurang lebih 4 jam,” ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap, Senin (17/5/2021).

Sementara itu, Gaza juga diperkirakan akan kehabisan bahan bakar untuk menjalankan pembangkit listriknya dalam waktu dekat. Sehingga akan terjadi pemadaman total yang dapat membahayakan operasional tempat-tempat publik di Gaza, termasuk rumah sakit.

Menurut statistik dari otoritas energi Palestina dan Perusahaan distribusi listrik Gaza, bahan bakar yang saat ini digunakan, yang telah dialihkan dari perusahaan swasta, akan habis hanya dalam waktu dua hari.

"Semua ini akan mempengaruhi kehidupan di Gaza. Terutama bidang medis. Kita berbicara tentang mesin dialisis, peralatan pencitraan medis, ventilator, dan unit perawatan intensif. Sektor air juga akan terpengaruh, semua fasilitas vital akan terpengaruh,” ujar Mohammed Thabeth, juru bicara Perusahaan Distribusi Listrik Gaza, kepada Independent, Senin (17/5/2021).

Serangan zionis Israel ke Gaza masih terus digencarkan. Per Selasa (18/5/2021), serangan ini menyebabkan 212 warga Palestina syahid, 61 di antaranya merupakan anak-anak, dan 36 lainnya merupakan perempuan. Selain itu, serangan ini juga menyebabkan 224 unit perumahan rusak total, serta 36 sekolah dan fasilitas kesehatan, dan 8 masjid mengalami kerusakan.[]