Imtiyaaz Services Berbagi Iftar Sepanjang Ramadan untuk Pengungsi Rohingya

Ribuan paket iftar dibagikan kepada anak-anak di tiga kamp pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh selama bulan Ramadan lalu. Kolaborasi antara Imtiyaaz Services Pte Ltd dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini bertujuan meringankan beban para pengungsi Rohingya di masa pandemi.

Imtiyaaz Services Berbagi Iftar Sepanjang Ramadan untuk Pengungsi Rohingya' photo
Para murid di Madrasah Darus Salam, Kamp Kutapalong, yang senang menyambut iftar yang didistribusikan ke daerah mereka. (ACTNews)

ACTNews, COX’S BAZAR – Hampir satu bulan lamanya Ramadan berlalu, namun amalan-amalan yang terjadi di bulan suci selalu dirindukan. Terutama memberikan hidangan berbuka puasa bagi mereka yang membutuhkan. Bahagia selalu terpancar dari wajah-wajah mereka yang merasakan kepedulian dari saudara-saudaranya.

Rasa syukur itu terekam di tiga madrasah di sejumlah kamp pengungsungsian Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh, sepanjang Ramadan silam. Kala itu, Imtiyaaz Services Pte Ltd melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan paket iftar kepada mereka selama hampir satu bulan penuh.

Bantuan diberikan kepada Islamia Girls Madrasah, di Kamp Balukhali, Madrasah Darul Hikmah dan Madrasah Darus Salam di Kamp Kutapalong. Pernah beberapa kali berkolaborasi dengan ACT sebelumnya, Abdul Aziz bin MD Yunus selaku Pengarah Operasi Imtiyaaz Services Pte Ltd bersyukur bisa berkolaborasi kembali bersama ACT untuk berbagi paket iftar Ramadan kepada pengungsi Rohingya.

“Dengan sistem ACT yang profesional dan efektif dalam mengimplimentasikan proyek-proyek kemanusiaan, Imtiyaaz Services tidak pernah ragu untuk berkolabrasi bersama ACT. Setiap informasi dan aksi didokumentasikan dan komunikasi yang cakap dan berkesan sangat memudahkan proses kolaborasi antara kami,” ungkap Aziz, Senin (15/6).

Ramadan lalu menjadi momen berbagi, khususnya kepada saudara-saudara yang masih dirundung krisis kemanusiaan seperti etnis Rohingya. Hal inilah yang menggerakkan Imtiyaaz Services untuk membersamai perjuangan mereka pada Ramadan silam, yang hadir di tengah pandemi.


Buka puasa bersama di Madrasah Darul Hikmah, Kutapalong. (ACTNews)

“Pengungsi Rohingya di Bangladesh adalah salah satu komunitas yang telah dan sedang melalui kezaliman yang teramat dahsyat dan hingga kini. Tiada solusi yang berhasil bagi mereka. Maka, Imtiyaaz Services sentiasa mencoba membantu warga pengungsi dari Rohingya,” ucap Aziz.

ACT selaku mitra yang sudah beberapa kali bekerja sama dengan Imtiyaaz, mengapresiasi kepedulian mereka. Ada ribuan makanan yang terdistribusikan melalui bantuan iftar ini sampai mereka bisa melewati Ramadan lalu.

“Kami berterima kasih kepada Imtiyaaz Sevices selaku mitra. Total bantuan yang kita salurkan sebanyak 8,140 paket iftar untuk anak-anak para pengungsi di tiga madrasah. Dan tentu, kami senang bisa menjadi bagian dari perjuangan para pengungsi di Rohingya,” kata Hidayatun Nisak dari Tim Global Philanthropy Network – ACT.


Sementara itu, Aziz berharap, ke depannya akan ada kolaborasi serupa antara Imtiyaaz Services dan ACT untuk membantu masyarakat lainnya yang membutuhkan.  
“Harapan Imtiyaaz Services, bantuan dapat meringankan kesukaran dan kesulitan yang mereka lalui. Dan kami harap dapat berkolabrasi dalam berbagai usaha yang lain untuk membantu umat secara umum,” harap Aziz.

Pada awal Februari lalu, kolaborasi dua pihak tersebut juga turut membantu warga di Alor dengan mengirimkan paket pangan kepada ratusan keluarga.

Selain itu, Imtiyaaz Services Pte Ltd juga berkolaborasi dengan ACT dalam pendistribusian empat ribu porsi makanan siap santap di Kabupaten Bogor pada akhir Januari 2020. Hidangan ini diberikan bagi warga prasejahtera dan sedang tertimpa bencana.  []


Bagikan