Ingin Ringankan Beban Ekonomi Keluarga, Ikhsan Pilih Menjadi Agen Qurban

Mahasiswa semester 4 ini berkeinginan mandiri secara ekonomi, tak mau membebankan orang tuanya. Untuk itu, Ikhsan bergabung menjadi Agen Qurban. Selain ingin meringankan beban ekonomi keluarga, Ikhsan juga ingin terlibat dalam aksi kemanusiaan bersama Global Qurban - ACT.

Ingin Ringankan Beban Ekonomi Keluarga, Ikhsan Pilih Menjadi Agen Qurban' photo
Ikhsan menunjukkan poster digital yang berisikan harga hewan kurban dair Global Qurban. Sejak awal Juni, ia menjadi Agen Qurban untuk meringankan beban ekonomi keluarga. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA Ikhsanudin Wiyono atau akrab disapa Ikhsan sedang sibuk mengerjakan tugas kampusnya saat tim ACTNews menyambangi tempat tinggalnya. Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta Timur ini tinggal bersama orang tuanya di Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Permukiman padat penduduk jadi tempat Ikhsan menyambung kehidupan bersama keluarga besar.

Sehari-hari sang ibu berjualan ayam goreng ketika sore menjelang hingga dini hari. Pelanggannya ialah warga yang tinggal di sekitar rumah Ikhsan atau pengguna jalan yang kebetulan lewat. Mahasiswa jurusan pendidikan matematika itu pun tiap harinya juga ikut membantu ibunya mempersiapkan segala keperluan sebelum jualan. Bahkan, ia tak sungkan ikut melayani pembeli.

“Mungkin memang kewajiban anak membantu orang tuanya, saya juga enggak keberatan,” ungkap Ikhsan, Jumat (12/6).

Berjualan ayam goreng jadi sumber pemasukan ekonomi bagi keluarga Ikhsan. Setelah ditinggal sang ayah dua tahun silam, kini keluarga mereka harus bertahan hidup sendiri. Mencari penghasilan sendiri menjadi pilihan Ikhsan karena tak ingin membebankan orang tuanya, termasuk dalam urusan pendidikan yang sedang ditempuhnya saat ini. Saat ini, Ikhsan menjadi Agen Qurban di Global Qurban - ACT sebagai langkahnya mandiri secara ekonomi.

Sejak pekan pertama Juni, Ikhsan resmi menjadi Agen Qurban. Ia mengaku cukup mudah saat mendaftar. Syaratnya pun tak ada yang menyulitkan dan berharap profesi barunya ini bisa memperbaiki keadaan ekonomi dan meringankan beban orang tuanya.

Menjadi Agen Qurban dijalani Ikhsan bukan hanya semata-mata ingin mencari pendapatan tambahan. Akan tetapi, hal ini dilakukannya mengingat pesan dari sang ayah untuk menjadi anak yang bisa meringankan beban keluarga dan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ikhsan yakin, dengan menjadi Agen Qurban, selain bisa menambah penghasilan di tengah pandemi seperti sekarang ini, ia juga bisa mengambil peran dalam meluaskan kebaikan melalui daging kurban yang Global Qurban - ACT salurkan ke berbagai penjuru negeri hingga luar negeri yang sedang dirundung krisis kemanusiaan.

Sebagai Agen Qurban, Ikhsan rutin mengajak teman-teman yang ada di kontak aplikasi perpesanan WhatsApp-nya. Anak terakhir dari empat bersaudara ini pun mengajak teman yang ada di akun Instagramnya melalui poster yang dipasang pada cerita Instagram. Berbagai respons didapatkannya, ada yang menanyakan terkait hewan kurban, tapi tak sedikit juga temannya yang juga ingin menjadi Agen Qurban.

“Harapannya, dengan menjadi Agen Qurban bisa membanggakan orang tua karena bisa terlibat dalam bagian aksi kemanusiaan Global Qurban - ACT,” kata mahasiswa yang juga menyambi menjadi guru privat. Sayang, sejak pandemi, kegiatan mengajarnya harus dihentikan sementara.[] 


Bagikan

Terpopuler