Ini Alasan Kita Harus Menghormati Guru

Menghormati guru adalah perbuatan mulia. Bagi siapapun yang menghormati gurunya, secara tidak langsung juga telah menghormati Rasul SAW.

menghormati guru
Ilustrasi. Suasana santri saat tengah mengaji kitab di Ma’had Al-Islami Sukabumi. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Guru adalah orang yang digugu dan ditiru. Orang yang mengajarkan ilmu dan kebaikan. Bahkan Rasulullah SAW menempatkan posisi guru sebagai orang yang mulia. Begitu juga orang yang memuliakannya. 

Dalam kitab Lubabul Hadits, Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakr As-Suyuthi Bab 1 menuliskan, Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa memuliakan orang berilmu (guru), maka sungguh ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memuliakan aku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah. Barangsiapa memuliakan Allah, maka tempatnya di surga”.

Para sahabat juga sangat memuliakan guru. Ali bin Abi Thalib, yang oleh Rasulullah SAW dinobatkan sebagai pintunya ilmu, juga sangat memuliakan guru. Gelar tersebut diberikan karena Ali adalah orang yang pintar, tapi hal itu tidak menjadikannya congkak.


Ali pernah berkata “Aku adalah hamba/abdi dari siapapun yang mengajariku walaupun hanya satu huruf. Aku pasrah padanya. Entah aku mau dijual, dimerdekakan, atau tetap sebagai seorang hamba.”

Perkataan tersebut menunjukkan bentuk pengabdian yang tinggi pada siapapun yang pernah mengajarinya. Hamba yang dimaksud dalam konteks ini bukanlah hamba sahaya atau budak, tetapi orang yang harus mengabdi sepenuh hati kepada guru. Siap menjalankan semua perintah guru dan menjauhi segala larangannya yang tidak bersimpangan dengan syariat. Sayyidina Ali kepada orang yang mengajarkannya satu huruf saja akan mengabdi, bagaimana kepada orang yang mengajarkan banyak hal?[]