Ini Dia Rahasia Penyembelihan Hewan Kurban Agar Daging Berkualitas

Penyembelihan hewan kurban dalam syariat Islam sangatlah memperhatikan aspek kesehatan. Hewan dibuat tenang dan dihindarkan dari rasa stres. Hal ini pun berpengaruh pada kualitas daging.

sembelih dalam islam
Ilustrasi. Daging kurban disiapkan untuk penyintas gempa di Lombok tahun 2020. (ACTNews/Reza Mardani)

ACTNews, JAKARTA – Cara penyembelihan hewan kurban harus diperhatikan dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Salah satu syaratnya, hewan kurban tidak boleh tersiksa.

Dalam penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam, alat yang digunakan harus benar-benar tajam. Ini bertujuan agar hewan tidak merasakan sakit karena sayatan yang sedikit dan cepat. 

Menurut penelitian Humane Society Institute for Science and Policy tentang efek stres pada kualitas ternak dan daging, ditemukan bahwa pemingsanan (sengaja dibuat pingsan) menciptakan rasa stres pada hewan lebih tinggi. Metode penyembelihan halal tidak menghadapi hal ini, karena sapuan pisau secara langsung berhubungan dengan hilangnya suplai darah dan meminimalisir rasa stres pada hewan.


Ibn Hajar Haitami yang dikutip oleh Halal Watch World menegaskan, tidak menyembelih secepat dan tanpa rasa sakit mungkin sebagai salah satu dosa besar. Dianjurkan untuk mengasah pisau, dan memberi makan hewan sebelum disembelih. Ini untuk menenangkan saraf dan menghilangkan rasa stres pada hewan.

Penyembelih juga harus memotong tenggorokan dan kerongkongan serta vena jugularis. Ini memastikan bahwa saraf utama yang menyampaikan rasa sakit ke hewan segera terputus. Terputusnya vena jugularis juga membuat darah dalam hewan dapat mengalir keluar secara cepat. Karena fungsi vena tersebut untuk mengalirkan darah dari kepala, otak, wajah dan leher menuju jantung.

Diketahui efek stres pada hewan bisa membuat daging mengandung asam laktat yang mampu membuat PH daging menjadi rendah. Selain itu proses mengeluarkan darah dari hewan juga agar kualitas daging lebih sehat dan bersih. Sehingga sesaat setelah hewan disembelih harus dibiarkan lebih dulu  agar darahnya keluar dengan sempurna. 

Menurut Tenaga Ahli LPPOM MUI Dr Hasim Danuri, jika proses tersebut tidak dilakukan, kualitas daging akan buruk. Darah yang tidak keluar dari tubuh hewan menjadi media tumbuhnya bakteri sehingga berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi. 

Sebagai lembaga penyedia, pengelola, dan penyalur hewan kurban yang profesional, Global Qurban-ACT sangat memperhatikan aspek-aspek tersebut. Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat sehingga daging yang akan dikonsumsi sehat dan berkualitas.[]