Ini Fatwa MUI tentang Zakat Penghasilan

Fatwa MUI tentang zakat penghasilan memutuskan bahwa semua penghasilan halal yang sudah mencapai nisab wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen.

zakat penghasilan
Ilustrasi. Zakat penghasilan yang Anda bayarkan bahagiakan para dai dan santri di pelosok negeri. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang Zakat Penghasilan 18 tahun silam, tepatnya pada 7 Juni 2003. Fatwa ini dikeluarkan karena banyak masyarakat, khususnya muslim, yang menanyakan kebenarannya. 

Seperti apa isi fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan?

Beberapa landasan yang dipakai oleh MUI dalam menetapkan fatwa adalah Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 267 yang artinya “Hai orang yang beriman! Nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu …” (QS. al-Baqarah: 267).

Selain ayat di surat Al-Baqarah, juga ayat Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 103 yang artinya “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka”.

Juga empat hadis Nabi Muhammad SAW, salah satu di antaranya adalah “Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Sedekah hanyalah dikeluarkan dari kelebihan/kebutuhan. Tangan atas lebih baik daripada tangan bawah. Mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu,” HR. Ahmad. 


Zakat penghasilan Anda bahagiakan para santri yatim dan duafa penghafal Al-Qur'an. (ACTNews)

Selain Al-Qur’an dan hadis, pendapat ulama Syekh Yusuf Qardhawi yakni sebagaimana diketahui bahwa Islam tidak mewajibkan zakat atas semua kekayaan. Melainkan, kewajibannya adalah ketika mencapai nisab, bebas dari utang, dan lebih tinggi dari kebutuhan awal pemiliknya. Lalu nisab zakat penghasilan adalah sama dengan nisab 85 gram emas. 

MUI menyatakan, yang dimaksud penghasilan dalam fatwa tersebut adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Selanjutnya MUI menetapkan, semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram atau 2,5 persen. Zakat penghasilan dapat dikeluarkan pada saat menerima jika sudah cukup nishab.

“Jika tidak mencapai nishab, maka semua penghasilan dikumpulkan selama satu tahun; kemudian zakat dikeluarkan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab,” tulis MUI dalam poin kedua tentang waktu pembayaran zakat penghasilan. 

Semakin Mudah Bayar Zakat Penghasilan

Global Zakat-ACT terus mendorong masyarakat untuk menunaikan zakat penghasilannya. Perkembangan teknologi membuat pembayaran zakat penghasilan mudah dilakukan. 

Sutaryo dari tim Global Zakat-ACT menjelaskan, Global Zakat-ACT memiliki sistem pembayaran zakat penghasilan yang mudah dan dapat dijangkau semua orang. Melalui laman Indonesiadermawan.id pembayaran zakat penghasilan dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. 

“Sistem yang dimiliki Global Zakat-ACT untuk melayani masyarakat yang ingin menunaikan zakatnya telah berbasis digital. Adanya digitalisasi membuat pembayaran zakat semakin lebih mudah dan dapat dijangkau masyarakat luas,” pungkasnya.[]