Inspirasi Kekuatan Sedekah dari Hijab Hayuri

Selama pandemi, bisnis daring pun ikut terdampak. Hijab Hayuri misalnya, yang mengalami penurunan profit dari biasanya. Namun ia pun tidak menyerah menjalankan usaha, bahkan masih rutin menyalurkan sedekahnya lewat Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bekasi.

Inspirasi Kekuatan Sedekah dari Hijab Hayuri' photo
Owner Hijab Hayuri Ahmad Mukhlisin bercerita tentang kekuatan sedekah yang ia yakini. (ACTNews/Fhirlian Rizqi)

ACTNews, KOTA BEKASI – Menjalankan bisnis secara daring ternyata tidak menjamin sebuah usaha dapat terhindar dari dampak pandemi yang terjadi. Hal itu yang dirasakan oleh Hijab Hayuri, produsen hijab dan gamis premium asal Bekasi.

Ahmad Mukhlisin selaku pemilik Hijab Hayuri mengungkapkan, selama pandemi ini usahanya masih turut terdampak pandemi, meski dengan menggunakan layanan daring. Penjualan pun diakuinya menurun dari beberapa tahun sebelumnya. Meski begitu, pria yang akrab disapa Mukhlis ini mengaku bersyukur usahanya bisa tetap bertahan di tengah ujian yang cukup berat bagi rerata para pelaku usaha. “Alhamdulillah walaupun ada dampak tapi masih bisa bertahan itu satu hal yang harus disyukuri,” ujar Mukhlis kepada Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Mukhlis bercerita, usaha Hijab Hayuri dimulai setelah menikah sekitar tahun 2015. Saat itu, ia bersama sang istri belum mengantongi ilmu yang cukup banyak untuk menjalankan bisnis atau usaha. “Dulu itu awal merintis belum tahu ilmunya bagaimana, yang penting jalan dulu yang penting dapat profit. Sambil melangkah sambil belajar,” katanya.

Sebab itu pula, di tahun-tahun pertama bisnis yang dijalankan mengalami fase naik-turun. Mulai dari situ, ia pun menyadari betapa pentingnya menjalankan bisnis dengan ilmu. “Dijalanin saja, tapi ya karena tidak punya ilmunya enggak maju-maju. Sehingga dari situ sering-sering belajar baik itu datang langsung lewat seminar maupun lewat online untuk upgrade diri kita,” tuturnya.


Owner Hijab Hayuri Ahmad Mukhlisin menerima piagam kemanusiaan atas donasi yang sudah disalurkan melalui ACT Bekasi. (ACTNews/Fhirlian Rizqi)

Mukhlis mengaku, fokus di bisnis online yang dijalani sekarang pun bukan tanpa alasan. Selain segmen yang lebih luas, ia pun tidak perlu memikirkan lagi sewa atau membeli tempat yang digunakan untuk toko, sehingga biaya tersebut bisa digunakan untuk modal usahanya.

Hingga saat ini, Hijab Hayuri memiliki lebih dari dua ribu reseller yang berlokasi hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Selain itu, jumlah pengikut akun Instagramnya saat ini telah mencapai 130 ribu pengikut dan dibantu puluhan karyawan.

“Kalau mau sukses itu kuncinya kita jangan mengikuti arus, tapi bisa membaca arah pasar kemudian belajar untuk menyesuaikan kondisi. Jangan lupa juga untuk terus belajar dan punya kemauan untuk belajar, contoh kecilnya adalah cara atau strategi berjualan. Misalnya saat pandemi dengan sebelum pandemi sudah pasti berbeda,” tutur Mukhlis pada Rabu (7/10) lalu.

Kekuatan sedekah Mukhlis pun mengatakan, kunci sukses dalam membangun bisnis selain ikhtiar maksimal lewat kemauan dan belajar yang maksimal, juga didorong dengan sesuatu yang sifatnya nonteknis seperti doa dan sedekah. Ia pun meyakini, sedekah memiliki peranan penting dalam melejitkan bisnis ke depannya.

Hijab Hayuri memiliki prinsip sedekah kapan pun kondisinya, bukan hanya ketika untung, tetapi sedekah harus disisihkan setiap saat. “Karena sebagian dari hak kita atau keuntungan yang kita dapat tidak sepenuhnya milik kita. Makanya kita setiap bulan selalu menyisihkan, salah satunya melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap),” terang Mukhlis.


Hijab Hayuri sudah rutin mempercayai ACT sebagai lembaga filantropi untuk menyalurkan donasinya sejak 2017 hingga sekarang. Adapun program Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI) jadi program sasaran produsen hijab milik Mukhlis ini. Baru-baru ini, Hijab Hayuri turut mendukung program pembangunan Sumur Wakaf untuk para santri dan warga di Cabangbungin, Bekasi.

“Hijab Hayuri meyakini setiap sedekah yang ditunaikan akan Allah balas. Jadi prinsipnya itu bukan sedekah ketika omzet naik, tapi apapun keadaannya sedekah harus jalan pandemi atau tidak pandemi. Jadi jangan ‘Oh, bulan ini rugi jadi enggak sedekah’. Justru saat rugi, dengan sedekah insyaallah bulan depan akan naik profitnya,” jelas Mukhlis.

Prinsip tersebut dipegangnya sejak lama. Bahkan Mukhlis mengenang momen yang cukup mendalam ketika ia alami bersama sang istri di awal merintis usahanya. “Pernah satu momen, kalau saya ingat ini pasti terharu sekali. Jadi suatu hari dagangan sepi, uang sudah habis akhirnya celengan pun kita bongkar, ada Rp500 ribu, Rp400 ribu kita kasih masjid, sisanya dipakai untuk kebutuhan hari itu dan besoknya,” pungkasnya.

Kepala Cabang ACT Bekasi Ishaq Maulana mengapresiasi semangat ini dan berharap semakin banyak masyarakat yang berkolaborasi dengan ACT pada masa sulit ini. “Di saat seperti ini, kolaborasi jadi salah satu hal yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi di masyarakat termasuk kerentanan terhadap kelaparan. Kami juga mengajak masyarakat luas untuk mendukung program program-program kami dengan sedekah terbaik yang bisa ditunaikan,” ujar Ishaq . []

Bagikan

Terpopuler