Inspirasi Masjid Jadi Penggerak Kedermawanan

Masjid Al-Ikhlas di Perumahan Bumi Dirgantara Permai, Jatiasih, Bekasi, sering menginisasi kedermawan, terutama di tengah pandemi seperti sekarang. Mereka kerap mengumpulkan donasi dari para dermawan dan diberikan kepada warga yang membutuhkan. Baru-baru ini, gerakan kedermawanan tersebut kembali bertambah dengan hadirnya Lumbung Sedekah Pangan di sekitar masjid mereka.

Warga RW 11, Perumahan Bumi Dirgantara Permai, Jatiasih, Kota Bekasi mengambil beras dari rak sedekah sebagai Lumbung Sedekah Pangan di Masjid Al-Ikhlas. (ACTNews/Fhirlian Rizqi)

ACTNews, KOTA BEKASI – Pandemi telah berlangsung kurang lebih enam bulan lamanya. Seiring waktu, dampaknya makin menjalar ke berbagai aspek kehidupan. Di sisi lain, pandemi ini belum menunjukkan tanda akan berakhir.

Masyarakat dari berbagai macam latar belakang kini terdampak. Baik yang kalangan atas hingga bawah. Semua dirundung kegelisahan, menanti pandemi berakhir. Sebab, dampak yang lebih luas, yakni ketahanan pangan, tampak terancam.

Untuk itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan. Gerakan tersebut pun mendapat sambutan positif. Di Bekasi, gerakan kedermawanan ini melilbatkan sejumlah elemen masyarakat, termasuk pengurus masjid.

Masjid sebagai salah satu simpul keumatan dan menjadi instrumen pembentuk peradaban, menyambut antusias gerakan tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)  Al-Ikhlas, RT 5 RW 11, Jalan Cendrawasih, Perumahan Bumi Dirgantara Permai, Jatiasih, Bekasi.

Ketua DKM masjid yang dibangun sejak 2005 tersebut, Tikno Riyanto mengungkapkan, pihaknya mendukung Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan yang dinilainya memiliki kesamaan misi, yakni sebagai jembatan kebaikan. Melalui program tersebut, pihaknya berharap masjid dapat menjadi penebar dan penggerak kebaikan dengan instrumen sedekah.

Menurut Tikno, sedekah jadi salah satu solusi untuk mengurai permasalahan masyarakat. “Bagi kami ini adalah solusi sekaligus program kemuliaan. Bagi mereka yang membutuhkan (bantuan) terjaga kemuliaannya karena tidak meminta-minta, dan bagi mereka yang dititipkan Allah harta berlebih jadi mulia juga karena sudah bersedekah,” ujar pria yang sudah menjadi pengurus DKM sejak sembilan tahun silam ini.

Ia melanjutkan, dengan terjadinya transaksi kebaikan, diharapkan kebaikan yang terus ditanam dan dipupuk melalui program tersebut dapat memberikan keberkahan. Sebab, sebagai seorang muslim dan beriman, baginya tidaklah cukup hanya dengan salat melainkan juga keimanan harus diwujudkan dengan menjadi peduli terhadap sesama.


Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas Tikno Riyanto sedang mengajak serta mengimbau kepada jamaah masjid untuk bersedah melalui rak sedekah Lumbung Sedekah Pangan serta bagi mereka yang membutuhkan dapat mengambil bantuan pangan yang disediakan. (ACTNews/Fhiliran Rizqi)


“Bagian dari edukasi juga bahwa Islam dan keimanan juga harus diwujudkan dengan mau mempedulikan hamba-hamba Allah yang lain melalui sedekah dan infak,” ungkap Tikno. Prinsip tersebut yang dipegang oleh Tikno bersama pengurus DKM lainnya, sehingga masjid bisa jadi sarana untuk menebar kebaikan dan manfaat bagi masyarakat minimal di lingkungan RW yang memiliki sekitar 400 KK tersebut.

Ia pun bercerita, sebelum digulirkannya program Lumbung Sedekah Pangan, lingkungan di masjid tersebut memiliki kedermawanan dan solidaritas yang tinggi guna meringankan beban warga yang kesulitan di masa pandemi.

“Di sini, sebagian warga ada yang sebagai ojek online, ada juga yang mengandalkan pekerjaan harian. Itu sangat terasa ketika pandemi. Alhamdulillah melalui tim Gugus Covid-19 di RW dan masjid, mereka mengumpulkan donasi kemudian diberikan kepada warga yang membutuhkan, yang secara berkala dilakukan. Sehingga, minimal mereka tidak kesulitan, Alhamdulillah bisa terus berjalan dengan adanya rak sedekah ini juga,” jelas Tikno pada Senin (10/8) lalu.


Tikno pun mengaku, Lumbung Sedekah Pangan yang disediakan di masjid yang ia kelola, tidak pernah kosong sama sekali. Banyak warga yang peduli untuk memberikan sedekah berupa bahan pangan di rak yang sudah hampir sepekan tersebut diletakkan.

“Alhamdulillah di-support oleh ACT sehingga bisa diimplementasikan di masjid ini. Menurut kami ini solusi. Semoga ke depan banyak program yang bisa disinergikan serta ACT terus tumbuh jadi motor kebaikan di negeri ini,” kata Tikno.

Demikian juga dengan harapan Ishaq Maulana selaku Kepala Cabang ACT Bekasi. Ia berharap melalui program ini, semakin banyak masyarakat ataupun komunitas dermawan untuk warga yang membutuhkan di sekitar mereka.

“Kami mengajak sebanyak-banyaknya individu maupun komunitas untuk membuka Lumbung Sedekah Pangan di lingkungan mereka. Semoga masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu tanpa harus bercerita dia sedang kesulitan, serta mereka yang berlebih tidak bingung untuk bersedekah tanpa ada yang tahu,” ujar Ishaq. []