Intip Penyembelihan Kurban di Era Normal Baru ala Global Qurban

Di Jawa Tengah, prosesi penyembelihan hingga pendistribusian kurban menerapkan protokol Covid-19 untuk mencegah penyebaran wabah tersebut. Misalnya saja, tim penyembelih hewan kurban mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap layaknya petugas medis di rumah sakit.

Intip Penyembelihan Kurban di Era Normal Baru ala Global Qurban' photo
Relawan Global Qurban ACT Jawa Tengah mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat menyembelih sapi kurban. (ACTNews/Dananto Riski Nugroho)

ACTNews, SEMARANG – Pandemi mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia dan dunia di era normal baru. Kesehatan dan kebersihan menjadi prioritas utama di setiap kegiatan yang dilakukan. Tak terkecuali pada penyelenggaraan kurban tahun ini. 

Di Jawa Tengah, prosesi penyembelihan hingga pendistribusian kurban menerapkan protokol Covid-19 untuk mencegah penyebaran wabah tersebut. Misalnya saja, tim penyembelih hewan kurban mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap layaknya petugas medis di rumah sakit. Sebelum melakukan penyembelihan, tim penyembelih terlebih dahulu menyiapkan perlengkapan penyembelihan yang sudah dibersihkan. Setelahnya, tim mengenakan APD lengkap seperti pakaian hazmat, pelindung wajah, masker, dan sarung tangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Giyanto selaku Kepala Cabang Global Qurban - ACT Jawa Tengah. Ia menambahkan, tim Global Qurban - ACT yang bertugas mendistribusikan daging untuk masyarakat juga diwajibkan untuk mematuhi protokol Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Penyembelihan dan pendistribusian daging kurban dilakukan oleh relawan. Mereka diwajibkan mengenakan APD, selalu sedia alat kebersihan diri, dan mencegah adanya kerumunan saat mendistribusikan daging kurban,” jelas Giyanto, Sabtu (1/8).


Relawan Global Qurban ACT Jawa Tengah mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat menyembelih sapi kurban. (ACTNews/Dananto Riski Nugroho)

Ratusan paket daging kurban diantarkan oleh tim relawan di berbagai daerah di Jawa Tengah dengan langsung mendatangi rumah-rumah warga. “Agar benar-benar tepat sasaran para calon penerima daging kurban kita survei dan kita datangi langsung. Dengan begitu diharapkan meminimalisir adanya kerumunan di tengah masyarakat. Untuk peta sebaran wilayah, yang kita sasar adalah desa-desa terpelosok yang masih minim bahkan tak ada kurban,” imbuh Giyanto.

Sementara itu, Koordinator Program Global Qurban - ACT Jateng Hamas Rausyanfikr menambahkan, ratusan paket daging kurban telah dibagikan di pelosok Semarang dan Salatiga sejak hari Iduladha lalu. Jumat (31/7), pendistribusian kurban menjangkau empat lokasi.

“Lokasi pertama yakni Kampung mualaf di Desa Candigaron, Kecamatan Semanding yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo. Lokasi berikutnya ada di Dusun Kedung Glatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus. Dusunnya terisolir di pelosok Kabupaten Semarang. Wilayah geografisnya berada di bawah perbukitan dengan akses menuju lokasi sangat sulit. Kami distribusikan kurban ke sana karena tak ada hewan kurban satu pun di dusun tersebut. Sementara lokasi ketiga dan keempat berada di Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang dan pelosok Kota Salatiga,” kata Hamas.

Sementara pada Sabtu (1/8), pendistribusian kurban menjangkau sejumlah wilayah di Kota Semarang. Relawan menyebar di Kelurahan Trimulyo, Tembalang, Candisari dan lainnya. Wilayah-wilayah tersebut masih minim pekurban dan cukup banyak dihuni keluarga prasejahtera.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para dermawan yang berkurban melalui Global Qurban. Insyaallah kami masih menerima kurban sahabat dermawan hingga hari tasyrik kedua. Semoga ibadah kurban kita tahun ini diterima Allah,” pungkas Hamas.[]



Bagikan