Irfan: Menjadi Relawan Penanganan Covid-19 Adalah Panggilan Hati

Irfan bersama tiga teman lainnya berjuang membersamai masyarakat dalam aksi pencegahan Covid-19 di Tasikmalaya. Ia menuturkan bahwa apa yang ia lakukan bersama teman-temannya merupakan sebuah panggilan hati manakala bencana melanda Indonesia.

Irfan: Menjadi Relawan Penanganan Covid-19 Adalah Panggilan Hati' photo
M. Irfan Rais (kiri) membantu aksi penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum di Kota Tasikmalaya. (ACTNews/Rimayanti)

ACTNews, TASIKMALAYA - M. Irfan Rais (22) merupakan salah satu anggota yang bertugas dalam Satgas Covid-19 ACT dan MRI Tasikmalaya. Sudah sembilan lokasi ia kunjungi dalam aksi penyemprotan disinfektan, Selasa (24/03)

Irfan bersama tiga teman lainnya berjuang membersamai masyarakat dalam aksi pencegahan Covid-19 di Tasikmalaya. Ia menuturkan bahwa apa yang ia lakukan bersama teman-temannya merupakan sebuah panggilan hati manakala bencana melanda Indonesia. "Covid-19 ini merupakan bencana nasional. Ini menjadi panggilan hati bagi saya dan teman-teman saya (untuk membantu sesama)," ungkapnya.

Aksi disinfeksi ini merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk di Kota Tasikmalaya. Pemkot Tasikmalaya bahkan menetapkan bencana Covid-19 sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Selasa (25/3). Data Pemkot Tasikmalaya menyebutkan, 1 orang telah positif corona, 119 Orang Dalam Pantauan (ODP), dan 10 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 

Kondisi di masa pandemi Covid-19, menurut Irfan, menjadi alarm bagi masyarakat untuk tetap menjaga diri dan lingkungan. “Wali kota mengabarkan langsung jumlah ODP dan PDP. Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk waspada dan menjaga kebersihan, tetap di rumah dan patuhi arahan pemerintah. Insyaallah aksi disinfeksi di fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dilakukan ACT juga bagian dari ikhtiar untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” tambah Irfan.

Aktif menjadi relawan kebencanaan, Irfan mengaku bencana Covid-19 berbeda dengan bencana-bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia “Dahulu kalau lagi tanggap darurat bencana alam, kita membantu korban dari bencana yang terlihat atau berwujud. Bekas bencana ada. Kalau Covid-19 kan tidak terlihat (bencananya, hanya dampaknya),” ungkapnya.

Keberadaan relawan dalam masa tanggap darurat Covid-19 sangat membantu. Di saat yang lain sudah melakukan segala aktivitas di rumahnya, ribuan relawan ACT turun untuk melakukan langkah preventif. Hal ini diungkapkan oleh M. Fauzi Ridwan dari Tim Program ACT Tasikmalaya. “Luar biasa, sebelumnya saya sampaikan apresiasi kepada seluruh relawan ACT yang turun aksi, termasuk MRI Tasikmalaya. Alhamdulillah sudah diberikan arahan dan bekal untuk aksi mitigasi corona ini. Insyaallah kolaborasi dengan berbagai pihak terus digalakkan demi bersama lawan corona,” ungkap Fauzi. []



Bagikan