Ironi Kekeringan Desa Slangit di Musim Penghujan

Ironi Kekeringan Desa Slangit di Musim Penghujan

ACTNews, CIREBON - Meski sebagian besar wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon sudah sering diguyur hujan, beberapa desa di dua wilayah administrasi tersebut masih mengalami kekeringan. Salah satunya adalah Desa Slangitan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon. Hingga Selasa (12/11), air bersih masih sulit didapat di desa ini. Hal ini diungkapkan oleh Sura Maulana (48) selaku Kepala Desa Slangit.

“Mulai Juli lah sampai Oktober belum hujan. Cuma kemarin (11/11) saja hujan, itu juga cuma gerimis,” jelas Sura Maulana kepada tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cirebon.

Desa Slangit adalah salah satu desa yang sering mengalami kekeringan setiap tahunnya. Fenomena ini seperti sudah menjadi bencana rutin, terutama di bulan Juli hingga November. Rendahnya curah hujan dan susahnya mencari titik sumber air, diakui warga menjadi penyebab terjadinya kekeringan ini.

 

ACT Cirebon yang mendapat informasi hal tersebut langsung mengirimkan air bersih ke Desa Slangit. Dua mobil tangki air berisikan masing-masing 9.000 liter air bersih didistribusikan ke dua dusun di Desa Slangit, yakni di dusun 3 dan 4. Setiap dusun berpenduduk sekitar 500 jiwa.

Warga berbondong-bondong membawa ember hingga galon untuk menjadi tempat penampungan air yang didapat dari ACT. Warga sangat antusias dengan adanya bantuan tersebut, terlihat dari beberapa ibu rumah tangga yang langsung mengguyurkan air ke badan mereka di tengah antrean pembagian air bersih.

“Sangat banyak terima kasih pak, membantu sekali,” ungkap Sanudin (58).

 

Pemerintah desa sendiri sudah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi masalah kekeringan ini. Misalnya saja pengeboran tanah hingga kedalaman 30 meter untuk mencari sumber air di beberapa titik, walaupun hasilnya nihil. Ada juga sumur-sumur untuk menjadi tempat penampungan air, penyediaan pompa air, hingga pendistribusian air bersih oleh pemerintah, lembaga, dan sejumlah perusahaan.

Kepala Cabang ACT Cirebon Adi Nurdiansyah menyampaikan, pendistribusian air bersih oleh ACT akan senantiasa menjangkau wilayah-wilayah terdampak kekeringan di Cirebon. “Tidak hanya Desa Slangit, sejumlah desa terdampak kekeringan lainnya pun insya Allah akan kami kunjungi,” terang Adi.

 

Resmi berdiri pada 8 Oktober 2018, ACT Cirebon berikhtiar memperluas aksi tanggap bencana dan program kemanusiaan serta sosial, khususnya di kawasan Ciayumajakuning. []