Isak Tangis Warnai Momen Idulfitri Penyintas Bencana di Sigi

Bersama duka yang tersisa, ada rasa syukur yang melapangkan hati penyintas bencana di ICS Desa Sidera, Sigi.

Isak Tangis Warnai Momen Idulfitri Penyintas Bencana di Sigi' photo

ACTNews, SIGI - Kumandang selawat lantang terdengar di masjid yang berada di Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) di Desa Sidera, Kabupaten Sigi. Isak tangis warga menyelingi untaian kata maaf yang terucap. Satu per satu penghuni ICS di Desa Sidera tenggelam dalam suasana haru di momen Idulfitri 1440 H, Rabu (5/6).


“Ampuni dosa kami ya Allah, kuatkan hati kamu ya Allah. Allahu akbar,” isak seorang ibu, tak kuasa menahan tangisnya ketika mendekap ibu lainnya.


Bagi penyintas bencana yang menghuni ICS Sidera, semua terasa berbeda di momen Idulfitri kali ini. Beberapa dari mereka tak lagi bisa bercengkrama dengan keluarga dan kerabat terkasih. Mereka wafat akibat bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang meluluhlantakkan Palu, Sigi, dan Donggala pada akhir September 2018. Tidak hanya itu, rumah tinggal mereka pun hancur rata dengan tanah.


“Rumah kami di Sidera bawah sana hancur, Pak. Tapi alhamdulillah keluarga selamat semua. Sekarang kami tinggal di ICS ini,” kata Heliana, salah satu penghuni ICS Sidera.


Tahun 2019 menjadi tahun perdana bagi warga Desa Sidera untuk menjalani Ramadan dan Idulfitri di lokasi pengungsian. Semua mereka jalani dengan kondisi terbatas, diselingi ingatan duka yang belum hilang seutuhnya. Namun, bersama dengan keterbatasan itu, hadir pula rasa syukur yang melapangkan hati mereka. Syukur karena bisa bertahan di tengah keterbatasan yang ada, dan syukur atas besarnya perhatian masyarakat Indonesia kepada mereka.


Hal ini disampaikan oleh tokoh masyarakat di Desa Sidera selepas salat Idulfitri pada Rabu (5/6) lalu. Ia mewakili seluruh warga Sidera mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian masyarakat Indonesia melalui Aksi Cepat Tanggap. Kepedulian itu bahkan terus disalurkan dari fase tanggap darurat hingga saat ini.


Nurmarjani Loulemba selaku Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah mengungkapkan, pendampingan terhadap penyintas bencana Sulteng memang terus diberikan hingga saat ini. Selain melalui program pemberdayaan, bantuan pangan untuk Ramadan dan Idulfitri juga diberikan.


“Seperti yang kita lihat, banyak warga yang sedih karena kehilangan keluarga mereka pada bencana lalu. Momen Idulfitri ini pun menjadi amat berbeda dengan Idulfitri tahun lalu. Tahun ini benar-benar penuh keterbatasan. ACT insyaallah akan terus membersamai mereka di masa pemulihan ini. Idulfitri ini kami bersilaturahim dengan warga di ICS Sidera. Kami juga menggelar syukuran. Tujuannya apa? Untuk berbagi kebahagiaan di hari yang fitri ini dengan mereka,” imbuh Nurmarjani yang akrab disapa Nani.


Syukuran Idulfitri di ICS Sidera pun diwarnai dengan kebahagiaan penyintas bencana. Sebanyak 160 KK yang menghuni ICS serta warga sekitar berkumpul dalam acara syukuran selepas salat Idulfitri, Rabu (5/6). Mereka menikmati berbagai masakan lokal yang khas dimakan di hari besar. Salah satunya adalah menu kaledo. “Iya, ini menu terbaik yang dimasak sama kami. Biasa dimakan di hari-hari besar,” ungkap Fatmia, salah seorang warga yang ikut membantu penyediaan hidangan Idulfitri..


Sejak sehari sebelum Idulfitri, Selasa (4/6), warga gotong-royong menyembelih dua ekor sapi yang disediakan oleh ACT. Para bapak sibuk memotong dan mencacah daging sapi. Sementara itu para ibu bergantian meracik dan mengolah daging di Dapur Umum yang ada di ICS Sidera. Semua dimasak menjadi hidangan lokal yang biasa disantap di hari Idulfitri. []

Bagikan