Israel Blak-Blakan akan Invasi Gaza

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina menyatakan, sikap yang diungkapkan Israel mencerminkan standar ganda perlakuan masyarakat internasional yang menutup mata atas pelanggaran Israel terhadap Palestina.

israel serang palestina
Ilustrasi. Israel nyatakan akan kembali menyerang Gaza. (Dok. Qusay Dawud)

ACTNews, PALESTINA – Menjelang datangnya bulan Ramadan, Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Aviv Kohavi, justru menyatakan bahwa pasukannya siap untuk melakukan serangan ke Gaza dan kota-kota Palestina lainnya dalam waktu dekat, sebagaimana diberitakan Middle East Monitor.

Invasi terakhir Israel ke Gaza diketahui terjadi pada tahun 2014. Saat itu lebih dari 2.200 warga Palestina termasuk 551 anak-anak meninggal dunia. Sejak itu, Israel juga telah melakukan sejumlah serangan lainnya terhadap Gaza. Terbaru, pada Mei 2021 ketika 254 warga Palestina meninggal dunia dalam serangan yang berlangsung selama 11 hari tersebut.

Sementara itu, Otoritas Palestina dengan tegas mengutuk pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat Israel tersebut. Pernyataan seperti itu, kata otoritas Palestina, menunjukkan secara terang-terangan terhadap pengabaian hukum internasional dan konvensinya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina menyatakan dalam sebuah pernyataan, unjuk sikap yang diungkapkan Israel  mencerminkan standar ganda perlakuan masyarakat internasional yang menutup mata atas pelanggaran Israel terhadap Palestina.

Dalam penyataan tersebut, Kemlu juga mengecam tindakan perluasan berkelanjutan pemukiman ilegal Israel di wilayah Palestina, khususnya di Lembah Yordan.

"Perluasan pemukiman dan pernyataan Kochavi adalah dua sisi mata uang yang sama. Keduanya merupakan pelanggaran hukum internasional, Konvensi Jenewa (dari PBB) dan hukum humaniter internasional yang khas dari rezim apartheid di Israel." ujar Kemlu. []