Israel Kembali Lakukan Kesewenang-wenangan kepada Penduduk Palestina

Sejumlah kesewenang-wenangan kembali dilakukan pemukim dan militer Israel atas penduduk Palestina. Israel merusak perkebunan zaitun, menebang pohon, dan mencuri lahan.

Ilustrasi. Penduduk Palestina melakukan protes di Tepi Barat pada Januari 2020. (Dok. Istimewa)

ACTNews, BETHLEHEM, SALFIT, JENIN – Sejumlah penduduk Palestina di Tepi Barat harus menghadapi sikap pemukim Israel yang merugikan. Mereka mencuri lahan zaitun di Desa Al Jabaa, Bethlehem. Para pemukim Israel disebut memotong ranting-ranting pohon. Hal itu dilaporkan Pemerintah Desa Al Jabaa, Diab Mashaleh, sebagaimana dirilis Kantor Berita Palestina, WAFA, Rabu (13/10).

Mashaleh mengatakan, saat para penduduk desa hendak ke kebun mereka, penduduk dari permukiman ilegal Beit Ain menggunakan sekitar 100 dunum lahan yang dimiliki oleh 30 warga desa itu. Para pemilik tanah mencoba memasuki lahan mereka, tetapi dihalau oleh tentara Israel yang mengharuskan para penduduk desa mempunyai izin dari pemerintah Israel.

Ketika para penduduk bisa kembali memasuki lahan mereka, sejumlah kerusakan pun terjadi, seperti pemotongan ranting-ranting. Mashaleh mengatakan, keadaan ini terjadi berulang kali setiap masa panen zaitun. Militer Israel pun selalu melindungi para pemukim itu.

Selain di Bethlehem, penduduk Desa Masha di Salfit mengalami hal serupa. Lahan zaitun mereka yang terletak di perbatasan permukiman Israel dipangkas dan dihancurkan oleh sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu warga Desa Masha, Mohammad Amer, beberapa penduduk desa yang memiliki lahan zaitun terkejut karena sejumlah pemukim dari permukiman Eits Ephraim mencuri dan menebang sekitar  60 pohon dari 120 dunum.

Sedangkan, satu hari sebelumnya di Jenin-wilayah utara Tepi Barat, militer Israel memblokade sejumlah jalur menuju ladang pertanian di Desa Zububa dan Desa Ti'inik. Keadaan ini menghalangi aktivitas para petani di musim panen seperti saat ini.

Keadaan aniaya yang sering diterima penduduk Palestina seharusnya menjadi perhatian dunia. Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap mengajak masyarakat Indonesia tetap menjunjung solidaritas untuk masyarakat Palestina.

“Kita bisa memberikan sedekah terbaik sebagai upaya membersamai masyarakat Palestina. Aksi Cepat Tanggap insyaallah akan selalu mengikhtiarkan program-program terbaik untuk mendukung kehidupan masyarakat Palestina,” kata Said.[]