Israel Kembali Rencanakan Pemukiman Ilegal

Sejumlah organisasi kemanusiaan menyebut pembangunan ini dilakukan secara sepihak dan ilegal. Sebab, pemukiman ini akan mengisolasi Palestina di Yerusalem Timur dan memaksa mereka untuk membuat jalan memutar yang lebih panjang dari biasanya.

israel bangun selter ilegal
Ilustrasi. Israel akan membangun ribuan selter ilegal di Yerusalem Timur. (Dok. Anadolu Agency)

ACTNews, YERUSALEM – Israel kembali merencanakan perluasan pembangunan pemukiman ilegalnya. Kali ini, komite perencanaan dan konstruksi Israel berencana membangun hingga 9000 selter untuk pemukim Israel di daerah Atarot, Yerusalem Timur. Jika pembangunan tetap dilaksanakan, maka  ini akan menjadi pemukiman Israel terbesar kedua yang dibangun di Yerusalem.

Pembangunan ini pun dapat memicu peningkatan gangguan pemukim Israel kepada warga Palestina. Sebab, lokasi pembangun pemukiman ilegal di tanah seluas 1.243 dunam (124 hektar) ini, sangat berdekatan dengan salah satu desa milik Palestina.

Sejumlah organisasi kemanusiaan menyebut pembangunan ini dilakukan secara sepihak dan ilegal. Sebab, pemukiman ini akan  mengisolasi Palestina di Yerusalem Timur dan memaksa mereka untuk membuat jalan memutar yang lebih panjang dari biasanya.

Lingkungan yang direncanakan untuk dibangun di Atarot adalah jantung dari kesinambungan teritorial perkotaan Palestina, antara Ramallah dan Yerusalem Timur.

Pemukiman ini pun merupakan kedua yang direncanakan Israel dibangun pada tahun ini. Pada bulan Oktober, Israel juga merencanakan membangun lingkungan pemukiman baru di Givat Hamatos dan dekat kota Betlehem di Tepi Barat . Baik pemukiman di Givat Hamatos dan Atarot, diketahui berada di luar garis perjanjian gencatan senjata pada 1967 silam, sehingga keberadaannya dipastikan ilegal.[]