Israel Larang Dewan Wakaf Palestina Masuk Al-Aqsa

Israel Larang Dewan Wakaf Palestina Masuk Al-Aqsa

ACTNews, YERUSALEM - Polisi Israel memperpanjang larangan terhadap Dewan Wakaf Palestina di Yerusalem untuk masuk ke dalam Kompleks Al-Aqsa. Keputusan dicetuskan pada Ahad (3/3), setelah Dewan Wakaf Palestina melakukan pengawasan di kompleks atas rujukan Yordania.

Dewan Wakaf Palestina yang diberi tugas untuk melakukan pengawasan pun akhirnya membuka satu pintu pada bangunan Bab Al-Rahmah agar umat Muslim bisa masuk ke dalam Al-Aqsa. Namun, upaya dewan justru mendapat tanggapan kurang baik dari Israel, mereka menganggap penugasan itu menentang larangannya.

Akibatnya, Pemimpin Dewan Wakaf Palestina Sheikh Abdel Azeem Salhab dan Wakil Dewan Wakaf Sheikh Nejeh Bkerat ditahan sementara, juga dijatuhkan hukuman selama satu minggu. Bahkan, menurut Juru Bicara Dewan Wakaf Palestina, polisi Israel juga memperpanjang larangan selama 40 hari untuk Salhab dan 4 bulan untuk Bkerat.

“Israel telah menutup Bab Al-Rahmah pada tahun 2003. Namun, sejak dibuka kembali, sekitar 100 aktivis Palestina dan tokoh agama justru ditahan untuk menghalangi penduduk Palestina merebut kembali haknya,” menurut Wafa, sebuah kantor berita Palestina.

Mendengar kabar itu, Kementerian Wakaf Yordania pun mengutuk dan menggambarkan larangan itu sebagai tindak intimidasi anggota dewan Kompleks Al-Aqsa dan Yordania. Padahal perjanjian status quo antara Yordania dan Israel pada 1967 telah memperbolehkan Dewan Wakaf Palestina mengawasi Kompleks Al-Aqsa.

Dalam pengawasan Dewan Wakaf Palestina, umat non-Muslim diperbolehkan masuk ke dalam kompleks, namun tidak untuk beribadah. Pasalnya, Zionis bahkan membalas upaya pembukaan Bab Al-Rahma dengan melakukan pembangunan kuil untuk ketiga kalinya di atas Tanah Al-Aqsa.

“Masjid Al-Aqsa adalah milik umat Muslim, tidak ada agama lain yang memiliki hak itu. Kami tidak akan mengizinkan mereka (Israel) mengubah status quo,” kata Abdel Azeem Salhab

Melansir Al Jazeera, tindak represif polisi Israel telah membuat ketegangan selama berhari-hari di sekitar Kompleks Al-Aqsa. Serta membuat PBB memberikan pernyataan telah menemukan alasan yang masuk untuk percaya bahwa pelanggaran yang dilakukan Zionis termasuk kejahatan internasional.

“Kami telah mengorbankan segala yang kami punya, termasuk diri saya sendiri, juga anak-anak kami,” kata salah seorang warga, dikutip dari Al Jazeera. []

Sumber foto: Al Jazeera