Istri Alami Gangguan Kejiwaan, Roni Berjuang Jadi Orang Tua Tunggal

Roni (33) kini harus menjadi orang tua tunggal setelah sang istri mengalami gangguan kejiwaan dan dirawat di rumah sakit jiwa. Ia kini harus berjuang untuk membesarkan lima anaknya yang masih usia sekolah dan balita.

Istri Alami Gangguan Kejiwaan, Roni Berjuang Jadi Orang Tua Tunggal' photo
Tim ACT Sumbar sedang memberikan susu ke salah satu anak Roni, warga Jalan Sepakat II, Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tengah, Padang. (ACTNews/Dana Kurnia)

ACTNews, PADANG – Sususan papan kayu jadi dinding kediaman Roni (33), warga Jalan Sepakat II, Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tengah, Padang. Atap tempat tinggal itu ialah seng yang telah berkarat. Terik siang bakal memanaskan seng dan membuat suasana di dalam rumah kecil tersebut menjadi panas. Bertahun-tahun Roni tinggal di rumah itu, tempat tinggal yang berdiri di atas tanah milik orang lain.

Di rumah yang berukuran 3x4 meter, Roni tinggal bersama seorang istri dan lima anaknya. Sayang, baru-baru ini sang istri mengalami gangguan jiwa dan harus dirawat di rumah sakit jiwa. Hal ini lah yang kemudian membuat Roni harus menjadi orang tua tunggal untuk sementara waktu hingga istrinya, Dewi (32), sembuh.

“Istri saya mulai terlihat gangguan jiwa lima tahun lalu setelah melahirkan anak ke-3,” jelas Roni ketika ditemui tim ACT Sumatra Barat dan MRI Padang, Jumat (3/7).

Kini, istri Roni sedang berada dalam penanganan rumah sakit jiwa akibat dua pekan lalu gejala gangguan kejiwaannya muncul lagi setelah suka berjalan sendiri tanpa tujuan hingga larut malam. Dari diagnosa dokter, sel darah putih Dewi sudah naik sampai ke otak yang akhirnya berpengaruh pada kondisi kesehatan. Di perkirakan pengobatan akan berlangsung 45 hari dengan biaya Rp 5 juta. Angka tersebut terasa berat bagi Roni yang pekerjaannya tak menentu serta harus mengurus lima anaknya sendirian.

Sejak istrinya mengalami gangguan jiwa hingga akhirnya mendapatkan perawatan medis di rumah sakit jiwa, Roni lah yang memegang kendali semua urusan rumah tangga. Dibantu anak yang telah usia sekolah kelas 5 SD, Roni juga harus menyiapkan makan bagi mereka.

Jumat lalu, ACT dan MRI serta Dharma Wanita PT Semen Padang berkesempatan mengunjungi tempat tinggal Roni dan keluarganya. Peralatan rumah tanggal, paket pangan kebutuhan pokok, makanan siap santap serta dua kasur diserahkan untuk keluarga Roni. Selain itu, ACT juga berencana akan membangunkan rumah yang lebih layak bagi Roni serta keluarga. “Secepatnya kami akan temui pemilik tanah untuk berkomunikasi terkait pembangunan rumah karena selama ini tanah tersebut statusnya hanya hak pakai saja,” ungkap Roosli dari Tim Program ACT Sumatra Barat.[]


Bagikan