ITB Kalla Gandeng ACT Untuk Wujudkan Wirausahawan Sosial

Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (ITB Kalla) menjalin kolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan dalam program Wakaf UMKM. Diharapkan dari kerja sama ini tidak hanya menghasilkan para wirausaha yang unggul, tetapi juga berjiwa sosial yang tinggi.

itb kalla act umkm
Melalui kesepakatan ini, mahasiswa ITB Kalla mendapatkan pendampingan khusus dari ACT dalam mengembangkan kemampuannya untuk memberdayakan UMKM dengan berbasis filantropi. (ACTNews)

ACTNews, MAKASSAR – Sejak awal pandemi, berbagai program kemanusiaan telah digencarkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk membangkitkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sedang terpuruk. Bantuan diberikan melalui pemberian modal, pendampingan usaha, hingga memborong dagangan para pelaku UMKM.

Aksi tersebut selaras dengan visi Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (ITB Kalla). ITB Kalla hadir sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia dengan semangat kewirausahaan, berwawasan global, berlandaskan moral agama untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia. Sebab kesamaan visi, institusi pendidikan di Kota Makassar ini menggandeng ACT Sulawesi Selatan dalam mewujudkan tujuannya.

Kerja sama ini diresmikan melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, ekonomi melalui UMKM antara ITB Kalla dan ACT Sulawesi Selatan. Penandatanganan ini berlangsung di di Nipah Mall Makassar pada Jumat (1/10/2021) lalu.

Dalam penandatanganan tersebut, hadir Maskur sebagai Kepala Cabang ACT Sulawesi Selatan. Sementara dari ITB Kalla diwakili oleh Syamril, S.T., M.Pd sebagai Rektor. Melalui kesepakatan ini, mahasiswa ITB Kalla mendapatkan pendampingan khusus dari ACT dalam mengembangkan kemampuannya untuk memberdayakan UMKM dengan berbasis filantropi. Kerja sama akan berlangsung selama lima tahun ke depan.


Pihak ACT dan ITB Kalla melakukan penandatanganan MoU untuk kerja sama selama lima tahun ke depan. (ACTNews)

“Ini bukan pertama kalinya kami bekerjasama dengan ACT. Sebelumnya kami juga telah menggarap berbagai program kemanusiaan, dan kali ini kami ingin kembali bersinergi dalam bidang kemanusiaan melalui pemberdayaan ekonomi atau UMKM bagi masyarakat. Terkhusus bagi mahasiswa ITB Kalla di Kota Makassar dengan konsep berbasis filantropi,” kata Syamril.

Sementara itu, Maskur mengatakan harapan kedepannya kolaborasi ini akan membentuk lulusan ITB Kalla tak hanya sebagai wirausahawan handal, namun juga berjiwa sociopreneur atau wirausaha sosial.


“Jika entrepreneur pada umunya hanya fokus menghasilkan profit, beda halnya dengan sociopreneur yang berfokus membuat perubahan sosial. Seorang sociopreneur merupakan entrepreneur yang melakukan kegiatan bisnisnya dengan tujuan memperdayakan lingkungan. Kira-kira seperti itulah yang diharapkan ITB Kalla dalam bekerja sama dengan kami," ungkap Maskur

Sejak Agustus 2020 lalu sampai saat ini, ada sekitar 10 ribu UMKM yang terbantu oleh ACT melalui Global Wakaf melalui skema dana modal bergulir. Ratusan lainnya berbentuk aset usaha, sedangkan untuk UMKM yang dibantu dengan uang tunai kurang lebih sebanyak 5,5 ribu penerima. Dalam implementasi program ini, ACT juga berkolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari instansi pemerintah, komunitas, hingga institusi pendidikan. []