Jabodetabek Terendam Banjir Usai Hujan Intensitas Tinggi

Sejumlah titik di Jabodetabek terendam banjir pada Sabtu (20/2/2021) pagi setelah hujan terus mengguyur sejak malam sebelumnya.

Banjir Jabodetabek.
Warga di Jakarta Pusat sedang mengevakuasi diri pada Sabtu (20/2/2021) pagi ini. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Sejumlah titik di Jabodetabek terendam banjir. Sebabnya hujan yang mengguyur sejak Jumat (19/2/2021) malam lalu, hingga Sabtu (20/2/2021) pagi ini. Banjir menggenangi rumah warga hingga sejumlah fasilitas umum seperti jalan tol.

Tercatat 26 titik di Jakarta tergenang banjir. Misalnya di wilayah Jakarta Selatan sebanyak 840 warga mesti mengungsi. Data yang  diterima dari Plt Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, total ada 22 kelurahan yang terendam banjir, terdiri dari 47 RW, 143 RT.

Banjir setinggi 100-230 sentimeter juga melanda kawasan Kemang Selatan, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Warga setempat menyebut banjir kali ini merupakan luapan air bah terbesar, memecahkan rekor ketinggian banjir di awal Januari 2020 lalu. Selain hujan, warga menyebut banjir terjadi akibat Luapan air dari Kali Krukut.


Aksi Tim ACT mengevakuasi warga korban banjir di Bekasi. (ACTNews)

Banjir juga terjadi di beberapa titik di ruas-ruas jalan tol di Jabodetabek. "Jakarta kembali diguyur curah hujan yang sangat tinggi sejak dini hari tadi. PT Jasa Marga (Persero) Tbk saat ini tengah menindaklanjuti beberapa titik genangan air di jalan tol Jasa Marga," ucap Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangannya, Sabtu (20/2/2021).

Dwimawan menyebut pihaknya sedang menangani genangan tersebut. Dia pun meminta kepada pengguna tol untuk memperhatikan titik-titik genangan.


Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah bersiaga menghadapi potensi banjir yang terjadi di kawasan sejak Jumat kemarin. Hingga saat ini tim masih berada di wilayah sekitar Jabodetabek. 
“Beberapa regu saat ini sudah bersiaga di daerah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bekasi. Tim sudah dilengkapi dengan alat-alat rescue seperti perahu karet dan armada. Fokus kita saat ini masih kepada evakuasi warga-warga yang terdampak,” ujar Kusmayadi selaku Komandan Tim Tanggap Darurat ACT.

Dalam aksinya, tim juga terus dibantu sejumlah cabang ACT dekat lokasi banjir. “Kita berupaya terus memaksimalkan ikhtiar untuk meminimalisir dampak dari banjir kepada masyarakat. Dan kita berharap juga, kondisi ini dapat cepat berlalu dan berangsur pulih kembali,” harap Kusmayadi. []