Jadi Agen Qurban, Suharti Ajak Publik Berkurban hingga Tepian Negeri

Dalam beberapa pekan terakhir, Suharti memiliki kesibukan baru sebagai Agen Qurban di Global Qurban - ACT. Kegiatan barunya ini tak semata-mata mencari tambahan penghasilan, tapi lebih kepada mengajak masyarakat berkurban di tepian negeri dan wilayah lain yang masih memiliki banyak kekurangan.

Jadi Agen Qurban, Suharti Ajak Publik Berkurban hingga Tepian Negeri' photo
Suharti menunjukkan gawainya yang menampilkan aplikasi perpesanan WhatsApp. Aplikasi pesan itu menjadi salah satu media Suharti mengajak masyarakat untuk berkurban di berbagai pelosok negeri bersama Global Qurban - ACT. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA Sambil memasak di warung sederhananya yang ada di seberang Halte TransJakarta Kebon Pala, Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/6), Suharti (37) juga bolak-balik melihat gawainya. Aplikasi perpesanan WhatsApp yang ia buka. Beberapa pesan grup dilihatnya, lalu ia mengirimkan ajakan berkurban serta poster digital yang menampilkan hewan kurban beserta harga. Kegiatan ini sudah dilakukannya sejak sepekan terakhir dan akan terus berlangsung hingga Hari Raya Iduladha datang.

Ketika ada pembeli makanan di warung, Suharti meletakkan gawai. Ia melayani pembeli makanan siap santapnya terlebih dahulu. Selain menjual makanan, perempuan asal Klaten, Jawa Tengah ini juga menawarkan para pembeli untuk berkurban. Ia mencetak poster digital ke dalam kertas dengan warna hitam putih. Suharti merupakan salah satu Agen Qurban di Global Qurban - ACT.

“Pekan kemarin saya daftar, gampang juga daftarnya,” jelas Suharti ketika ditanya apakah ada kesulitan saat mendaftar menjadi Agen Qurban.

Menjadi Agen Qurban untuk Global Qurban - ACT merupakan pilihan Suharti sendiri. Tujuan utamanya bukanlah penghasilan yang bakal didapatnya. Akan tetapi, ingin mengajak masyarakat agar bisa menyalurkan hewan kurban ke Global Qurban - ACT yang nantinya didistribusikan ke masyarakat terdampak Covid-19 dan tepian negeri. Selain itu, Suharti juga tak ingin ada kerumunan masyarakat yang umumnya terjadi saat penyembelihan hewan kurban, adanya wabah corona membuatnya was-was.

Alasan-alasan itu tak begitu saja Suharti utarakan. Pasalnya, ibu dua anak itu merupakan salah satu orang yang merasakan dampak pandemi. Setidaknya sejak Maret, penghasilan dari warung makan sederhananya berkurang. Sang suami yang bekerja sebagai supir angkutan kota pun tak lagi bekerja karena semakin sepinya penumpang.

“Saya tinggal di kota yang akses ini dan itunya mudah saja sangat merasakan dampak Covid-19, apalagi mereka yang tinggal di sana (tepian negeri dan wilayah yang susah jangkauannya),” ungkap Suharti yang memiliki akses sebagai Agen Qurban.

Keterlibatan Suharti dalam kegiatan Aksi Cepat Tanggap bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, Suharti menerima manfaat dari program Sahabat Usaha Mikro Indonesia yang ACT luncurkan awal Juni. Di Ramadan lalu pun, warung Suharti juga menjadi pemasok makanan siap santap dari Layanan Warteg Gratis dari ACT untuk masyarakat prasejahtera. Aksi-aksi itu membuat Suharti merasakan rasa kekeluargaan dengan ACT. Untuk itu, menjadi Agen Qurban pun ia lakukan. Tak sekadar untuk pendapatan, tapi lebih kepada keinginannya terlibat dalam aksi kemanusiaan, khususnya saat kondisi pandemi seperti sekarang ini.[]


Bagikan

Terpopuler