Jadi Pendamping WMUM, Husna Dorong Kemajuan UMKM di Tasikmalaya

Sekali dalam satu bulan, para pedagang di Kantin Masjid Muhajirin, Kota Tasikmalaya akan berkumpul untuk berbagai berbagai macam hal tentang bisnis maupun spiritualitas. Husna Widiana dari DKM Masjid Al Muhajirin berikhtiar mendorong kemajuan usaha, pendampingan ini sekaligus ia anggap menjadi ladang dakwahnya.

Proses pendampingan Wakaf Modal Usaha Mikro di Tasikmalaya. (ACTNews/Rimayanti)

ACTNews, TASIKMALAYA – Pelanggan berlalu-lalang di Kantin Masjid Muhajirin, memilih di antara 5 pedagang yang menjajakan produknya di sana. Suasana kantin di masjid yang berada di Jl Saptamarga No. 46 Kota Tasikmalaya, cukup ramai seperti tampak pada Rabu (23/12) siang itu. Pedagang yang ada di sana sibuk melayani pembeli masing-masing setiap harinya.

Namun suasana akan berbeda setelah para pelanggan selesai dengan pesanan. Mereka akan kembali berkumpul untuk berbincang dan berbagi ilmu terkait pengetahuan dan peningkatan kapasitas mereka dalam jual-beli. Setiap satu bulan sekali para pedagang di Kantin Masjid Muhajirin melakukan hal ini.

Bersama dengan mereka, Husna Widiana diamanahkan oleh Global Wakaf – ACT Tasikmalaya untuk mendampingi. Berbekal pengalaman, Husna mendampingi para penerima manfaat program Wakaf Modal Usaha Mikro ini sejak tiga bulan yang lalu.

Kepercayaan Global Wakaf – ACT terhadap Husna ini sesuai dengan salah satu urgensi dari adanya program Wakaf Modal Usaha Mikro yang hendak menjadikan masjid sebagai pusat beradaban dan kebangkitan perekonomian umat. Kebetulan Husna juga merupakan salah satu pengurus DKM Masjid Al Muhajirin. Sehingga,q kebermanfaatan program ini bisa berlipat, baik bagi penerima manfaat maupun pihak masjid sendiri


Husna saat sedang berbincang dengan Tim ACT Tasikmalaya. (ACTNews/Rimayanti)

Husna sendiri mengaku tertarik dengan program Wakaf Modal Usaha Mikro karena ada nilai dakwah yang terkandung di dalamnya. Dan nilai syiar ini tercermin dari berbagai kegiatan, salah satunya melalui pelatihan. “Dahulu juga sempat ada yang ingin bekerja sama dengan masjid ini terkait bantuan modal ini, tapi kita berprinsip ingin tetap menyiarkan ajaran Islam dan kebaikan. Sehingga, bukan nominal yang dilihat, tapi keberkahan yang muncul dari segala bentuk kegiatan yang dilakukan,” ungkap Husna.

Mereka juga mencoba terus berkembang. Seperti ini bersama-sama untuk mencoba berjualan secara daring. Baru beberapa penjual yang bisa memasarkan usahanya lewat daring. Perlahan Husna terus mendorong mereka dengan memberikan edukasi agar ketika mereka masuk dalam dunia maya, aktivitas penjualan mereka dapat maksimal.


Selain melihat perubahan secara fisik penjualannya, Husna juga menyadari perkembangan para pedagang secara rohani. “Alhamdulillah sekarang kan selain dari perubahan fisik seperti roda (gerobak) mereka yang tadinya kurang layak, jadi bagus dan enak dilihat. Juga ada perubahan secara nonfisik, yaitu perubahan rohani yang alhamdulillah terlihat. Di sini juga ada pengajian rutin setiap hari sabtu, yang senggang sering ikut hadir juga,” tambahnya.

Husna berharap dengan hadirnya Wakaf Modal Usaha Mikro ini para pelaku usaha ini nantinya tidak hanya menjadi penerima manfaat tapi juga sebagai pemberi manfaat, dan juga program ini merata dilakukan diberbagai masjid di Tasikmalaya. “Ke depannya berharap semoga para pelaku usaha ini juga bisa berkontribusi dalam penyalurannya. Programnya juga dapat merata di setiap masjid dan juga semoga nanti bisa menjangkau para pelaku usaha lain yang sangat membutuhkan modal di tempat lainnya,” pungkas Husna. []