Jadi Pendamping WMUM, Linda Dorong Usaha Para Ibu Berkembang

Berbekal enam tahun pengalaman mengelola usaha sendiri, Linda Kusumadewi (45) mendampingi para ibu penerima manfaat Wakaf Modal Usaha Mikro di Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Bagi Linda, membantu sesama pengusaha untuk berkembang adalah kebahagiaan tersendiri.

Linda menceritakan pengalamannya ketika mendampingi para penerima manfaat Wakaf Modal Usaha Mikro pada Rabu (2/12) lalu. (ACTNews/Akbar)

ACTNews, JAKARTA – Suasana rumah salah satu penerima manfaat Wakaf Modal Usaha Mikro Global Wakaf-ACT, di Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (2/12) siang cukup ramai. Sekilas, seperti sedang dilaksanakan arisan ibu-ibu. Belasan orang hadir. Kudapan tersaji di tengah-tengah mereka. Sesekali, canda terlontar membuat suasana riuh dengan tawa. Namun, saat tiba waktunya serius, para ibu kembali ke buku catatan masing-masing.

Sekelompok ibu itu tengah membuat simulasi usaha dan cara pengelolaannya. Linda Kusumadewi (45) ditunjuk Global Wakaf-ACT untuk mendampingi mereka. Berbekal enam tahun pengalaman mengelola usaha sendiri, Linda menuntun para ibu penerima manfaat Wakaf Modal Usaha Mikro ini sejak satu bulan yang lalu.

Kepercayaan Global Wakaf-ACT terhadap Linda dilatarbelakangi kesuksesannya menjalankan usaha. Penjualan busana yang dulu ia kelola sendiri, kini sudah dibantu beberapa karyawan sehingga kini ia bisa meluangkan waktu untuk mendampingi para ibu pelaku usaha penerima WMUM Global Wakaf-ACT.

Menurut Linda, ia merasa egois jika hanya berpikir sekadar keuntungan pribadi. Sebab  itu, berbagi pengetahuan dan waktu dengan pengusaha mikro lain ia pilih. “Saya pikir itu menjadi ladang amal untuk saya, Apalagi, setelah saya dampingi mereka (usaha para ibu penerima WMUM Global Wakaf-ACT) ada perkembangan, hati saya bahagia,” ungkap pengusaha yang juga tergabung dalam Komunitas Sukses Berjamaah itu.


Linda Kusumadewi (berdiri), pendamping kelompok usaha penerima manfaat Wakaf Modal Usaha Mikro Global Wakaf -ACT Jagakarsa, sedang memberikan pengarahan kepada para pelaku usaha. (ACTNews/Reza Mardhani)

Awal pendampingan, Linda mengaku kesulitan mengajak para ibu. Menurut Linda, kala itu mereka masih hanya berfokus pada produksi dari pada pengembangan diri.  Perlahan, pola pikir tersebut berubah seiring manfaat yang diperoleh para pelaku usaha.

“Jadi karena mereka (para ibu penerima WMUM Global Wakaf-ACT) merasa ada kebutuhan, mereka semangat. Kalau dilihat mereka suka semangat bawa produk masing-masing. Ketika pendampingan kita suka bilang, silakan kalau ada yang saling jualan, boleh. Jadi bisa membentuk jaringan walaupun dalam lingkup yang kecil,” ceritanya.

Linda berharap dengan hadirnya Wakaf Modal Usaha Mikro, para pengusaha ini tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pemberi manfaat. “Mereka bisa memberikan manfaat buat karyawan-karyawannya. Semoga, ketika omzet mereka sudah besar, sedekahnya jauh lebih banyak. Jadi kemanfaatannya bisa ke banyak orang,” harap Linda.

Saat ini, total 35 penerima manfaat WMUM Global Wakaf-ACT di Jagakarsa rutin mengikuti pendampingan setiap dua pekan sekali. Mirip seperti sekolah atau kursus, setiap pertemuan, Linda akan memberikan materi dan pekerjaan rumah kepada para pelaku usaha.


Mak Boh (50) adalah salah satu contoh pengusaha yang turut dalam pendampingan Linda. Usaha pedagang Dimsum Cemimiw itu mulai membaik. Ia kini punya program sedekahnya melalui usaha setiap hari Jumat. Jika usahanya lebih berkembang ia juga berencana mengajak teman-teman kelompoknya yang masih kesulitan untuk menjalankan usaha bersama. “Ke depan, saya pun berharap semakin banyak usaha para ibu yang membaik dan menyebarkan semangat berbagi seperti Mak Boh,” doanya.[]