Jaga Kondisi Pengungsi Wamena dengan Pelayanan Kesehatan

Sebanyak puluhan pengungsi mendapatkan pelayanan kesehatan ini. Tim medis menyarankan para pengungsi mendapatkan gizi yang cukup untuk menghindari penyakit-penyakit yang muncul.

Jaga Kondisi Pengungsi Wamena dengan Pelayanan Kesehatan' photo
Salah seorang dokter sedang menjelaskan penggunakan obat kepada pasien di pengungsian. (ACTNews/Qeis Muhammad)

ACTNews, JAYAPURA - Tim medis dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali melakukan pelayanan kesehatan untuk puluhan pengungsi yang terdampak konflik Wamena beberapa waktu lalu. Kali ini, aksi pelayanan medis dilakukan di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut X Jayapura (Lantamal X), Jayapura.

“Sudah dua pekan warga yang terdampak konflik mengungsi ke Lantamal X ini. Karena cukup banyaknya jumlah pengungsi di sini ditambah konflik yang terjadi, maka kita mengkhawatirkan kondisi kesehatan mereka,” kata Wahyu Novyan selaku Komandan Posko Nasional ACT untuk Tragedi Kemanusiaan Wamena pada Selasa (8/10).

Wahyu meneruskan informasi dari tim medis, rata-rata pengungsi menderita batuk, hingga hipertensi. Pola hidup yang tidak menentu di pengungsian kemungkinan penyebab dari penyakit-penyakit ini.

“Informasi yang kita dapatkan dari tim dokter, hipertensi banyak ditemukan. Kemungkinan juga karena kelelahan, makanan, riwayat sakit atau kondisi hidup di pengungsian dalam waktu yang cukup lama,” ujar Wahyu.


Tim medis tengah memeriksa kondisi seorang ibu. (ACTNews/Qeis Muhammad)

Untuk mencegah hal tersebut, menurut tim dokter caranya mesti sering ada penyediaan makanan yang cukup gizi. Sehingga kondisi para pengungsi bisa lebih terjaga meskipun di tengah situasi yang  kurang kondusif sekarang ini.

“Saran dari tim medis tadi, bahwa penyediaan makanan mesti cukup gizinya, sehingga kondisi pengungsi terjaga, tidak gampang drop, begitu. Kebutuhan makanan para pengungsi ini yang terus kita usahakan untuk ke depannya,” Wahyu menjelaskan.

ACT memang menyediakan layanan makanan gratis untuk beberapa titik pengungsian di Papua. Seperti pada Ahad (6/10) lalu, ACT bekerja sama dengan relawan putri di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Di asrama putri tersebut, ratusan bantuan makanan didistribusikan ke dua posko, yakni Yonif 751 dan posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Sebelumnya juga, ACT sempat menyumbang 2 ekor sapi di Yonif 751 dan 2 ekor sapi lagi di Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih untuk kebutuhan makanan di dua titik pengungsian tersebut. Selain aksi layanan makan gratis, aksi layanan medis dan dukungan psikososial juga akan berlanjut secara mobile, dari satu titik ke titik lainnya.[]

Bagikan