Jalan Dakwah Ustaz Hendri Mengajar Anak Yatim Prasejahtera

Sejak 2008, Ustaz Hendri memilih jalan dakwah mengajarkan Al-Qur’an dan ilmu fikih kepada anak yatim dan anak keluarga prasejahtera di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Operasi Pangan Gratis
Ustaz Hendri saat mengajarkan Al-Qur’an kepada seorang anak yatim di Masjid Al-Lazim, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Senin (11/10/2021). (ACTNews)

ACTNews, PRABUMULIH – Semangat tidak kenal lelah dalam berdakwah terus dipegang teguh Ustaz Hendri (46), seorang dai di Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Setiap hari, langkah kakinya menuju Masjid Al-Lazim untuk mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak yatim dan anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Ustaz Hendri memberikan pendidikan agama mulai dari membaca Al-Qur’an, mengajarkan tata cara salat, maupun ilmu fikih kepada 40 anak yatim bimbingannya. Secara waktu, ia membaginya dalam empat kloter secara terpisah agar memfokuskan pembelajaran sesuai tingkat kemampuan tiap anak.

“Ya saya mulai mengajar dari jam 11 siang sampai nanti bakda Ashar, jadi saya per kloter itu ada 10 orang anak. Saya sadar mereka ini kan butuh bimbingan agama yang kuat, sedangkan tidak ada kehadiran seorang ayah karena qadarullah sudah meninggal. Makanya, saya berikhtiar penuh mengajarkan ilmu agama kepada mereka,” ungkap Ustaz Hendri, Senin (11/10/2021).

Sejak 2008, Ustaz Hendri telah mengabdikan diri sebagai seorang dai. Tiap anak yatim dan anak dari keluarga prasejahtera yang belajar tidak diberatkan iuran sepeser pun. Bagi Ustaz Hendri, jalan dakwah harus diniatkan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah SWT.

Di satu sisi, Ustaz Hendri memiliki tanggungan yang cukup berat. Ia masih menumpang tinggal di rumah orang tuanya, sedangkan kedua anaknya masih menempuh pendidikan. Adapun, sang istri harus membantu kebutuhan hidup keluarga dengan berjualan nasi uduk setiap pagi.

“Saya enggak mau ngomongin penghasilan ya, karena kan ini kita niatnya ibadah dan tujuan saya bukan mencari uang. Ya tapi kalau dihitung dalam sebulan itu Rp100 ribu, kalau hasil jualan nasi uduk dapat Rp50 ribu sehari. Insyaallah kita sekeluarga selalu dicukupkan rezekinya dari Allah,” tutur Ustaz Hendri.

Sebagai upaya membantu kebutuhan pangan keluarga Ustaz Hendri, ACT-MRI Prabumulih memberikan bantuan pangan berupa sembako dan Beras Wakaf pada Senin (11/10/2021). Ucapan terima kasih dan rasa syukur yang tidak terkira begitu dirasakan Ustaz Hendri atas bantuan ini.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas sedekah sembako dan Beras Wakaf ini. Semoga ini menjadi berkah bagi karyawan, relawan, dan donatur ACT untuk selalu diberikan kesehatan dan dilindungi Allah subhanahu wa taala,” tambahnya.[]