Jalin Kepedulian dengan Paket Pangan di Jawa Tengah

Masyarakat Relawan Indonesia Jawa Tengah mengunjungi sejumlah kabupaten dan kota untuk menyampaikan amanah paket pangan kepada masyarakat prasejahtera terdampak Covid-19. Bantuan pangan itu merupakan amanah dermawan yang disampaikan melalui lembaga nonprofit GlobalGiving.

Relawan MRI mengantarkan bantuan pangan ke salah satu penerima manfaat di Tambak Mulyo, Semarang. (ACTNews)

ACTNews, SEMARANG – Bau asin bercampur bau limbah memenuhi udara saat relawan menuju rumah Rumpon (60). Warga Tambak Mulyo, Kota Semarang, Jawa Tengah, itu hidup seorang diri di rumahnya. Suami Rumpon telah lama meninggal sedangkan anak-anaknya sudah membina rumah tangga masing-masing. Penyakit katarak yang ia alami membuat Rumpon tidak dapat bekerja dan mengandalkan bantuan RT atau tetangga setempat. 

Pada pertengahan November 2020 lalu, senyum kecil terukir di wajah Rumpon. Hari itu tim Masyarakat Relawan Indonesia Jawa Tengah mengantarkan bantuan pangan ke rumahnya. Bahan makanan itu berisi beras, gula, sarden, minyak goreng, dan teh. Cukup menemani hari Rumpon selama dua pekan. Ia pun menerima bantuan pangan itu dengan haru dan tidak berhenti merapal doa untuk para dermawan. “Alhamdulillah, terima kasih,” katanya singkat, namun penuh makna.

Sekitar 161 kilometer dari rumah Rumpon, di Kabupaten Tegal, Mukhidin (54). Mengayuh becaknya setiap hari untuk makan sehari-hari. Pandemi membuat penghasilannya tidak menentu, terkadang ada, sering juga ia tidak mendapatkan uang sama sekali. 

Mukhidin juga menjadi salah satu penerima bantuan pangan di Jawa Tengah. MRI Tegal menemuinya untuk menyampaikan dukungan di kala pandemi Covid-19. “Alhamdulillah, saya bersyukur, masih banyak masyarakat yang peduli,” kata Mukhidin.

November lalu, Aksi Cepat Tanggap bersama GlobalGiving serentak membagikan paket pangan kepada masyarakat prasejahtera terdampak Covid-19 di tujuh kabupaten dan kota. Di Jawa Tengah, sejumlah 205 bantuan pangan disampaikan ke masyarakat yang membutuhkan di Kota Semarang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Banyumas. 

Koordinator Program Aksi Cepat Tanggap Jawa tengah Hamas Rausyanfikr mengatakan, kondisi masyarakat prasejahtera di Jawa Tengah selama pandemi ini cukup memprihatinkan. “Para pekerja kehilangan pekerjaannya, toko dan warung tutup karena tidak ada pembeli dan pembatasan sosial, siswa dan mahasiswa tidak belajar di sekolah maupun kampus, para pegawai dipotong penghasilannya. Keadaan itu membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan mereka. Melalui paket pangan ini, kami berikhtiar memenuhi kebutuhan pangan mereka,” kata Hamas. Bersama 10 orang relawan yang tetap memenuhi protokol kesehatan, bantuan pangan diantarkan satu per satu ke tiap rumah.

GlobalGiving merupakan lembaga nonprofit yang mendukung lembaga nonprofit lainnya dengan menghubungkan mereka ke donatur dan perusahaan. Sejak 2002, GlobalGiving telah membantu organisasi terpercaya yang dipimpin komunitas dari Afghanistan hingga Zimbabwe dalam mengakses alat, pelatihan, dan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjadikan dunia lebih baik.[]