Januari-Oktober 2021, ACT Jangkau 23 Negara di Dunia

Alhamdulillah, Aksi Cepat Tanggap (ACT) per Januari-Oktober 2021 telah menghadirkan aksi kemanusiaan di 23 negara di dunia dengan total penerima manfaat sebanyak 1.155.467 jiwa.

Januari-Oktober 2021, ACT Jangkau 23 Negara di Dunia
Salah satu aksi kemanusiaan ACT di tingkat global yakni menyalurkan paket pangan untuk warga Gaza, Palestina.(ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Lebih dari 16 tahun kiprah Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus hadir membersamai masyarakat di tengah permasalahan yang datang silih berganti, baik di tingkat nasional maupun global. Apalagi saat ini kehadiran pandemi Covid-19 ikut andil memperburuk kondisi sosial, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.

Mengusung visi sebagai organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan, ACT terus berikhtiar mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik. Perlahan namun pasti, visi ini dihadirkan dalam berbagai aksi kemanusiaan. Sepanjang 2021 ini ACT telah meluaskan kebermanfaatannya di 23 negara di dunia.

Dirilis Global Humanity Data Center ACT per 1 Januari-28 Oktober 2021, ACT telah menghadirkan aksi di 23 negara di dunia dengan total penerima manfaat sebanyak 1.155.467 jiwa. Adapun terhitung sebanyak 578 aksi kemanusiaan dengan dibantu 4.880 relawan.


Distribusi Wakaf Mushaf Al Qur'an di Madagaskar, Afrika Timur, pada Mei 2021. (ACTNews)

“Alhamdulillah, ikhtiar kami dalam mewujudkan visi besar untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik semakin dimudahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amanah sedekah dan wakaf dari sahabat dermawan sekalian telah dirasakan di 23 negara. Insyaallah ini menjadi amal jariah yang terus mengalir pahalanya,” tutur perwakilan Humanity Global Network ACT Said Mukaffiy kepada ACTNews, Jumat (29/10/2021).

Said memaparkan, rincian 23 negara yang telah dijangkau ACT dalam menghadirkan berbagai aksi kemanusiaan meliputi Afghanistan, Bangladesh, Bosnia dan Herzegovina, Filipina, Gambia, Ghana, India, Kenya, Libanon, Madagaskar, Mali, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Palestina, Somalia, Sudan, Suriah, Turki, Uganda, Yaman, masyarakat muslim Kashmir di India, dan pengungsi Uighur di Turki.

Kehadiran ACT di 23 negara ini membersamai masyarakat lewat bantuan pangan dan makanan siap santap, pembangunan masjid, rumah dan hunian sementara, pelayanan kesehatan dan bantuan alat-alat medis, distribusi air bersih dan Air Minum Wakaf, pembangunan Sumur Wakaf, hingga distribusi mushaf Al-Qur’an.

“Insyaallah aksi-aksi kemanusiaan kami akan terus ikhtiarkan demi meluaskan manfaat bagi masyarakat global. Darurat solidaritas ini harus dibangun bersama, apalagi kita sebagai masyarakat Indonesia harus ikut andil dan menjadi garda terdepan dalam memberikan solusi kepada masyarakat global,” tambah Said.[]