Januari sampai September 2021, Aksi Kemanusiaan Global ACT Dirasakan 1,1 Juta Jiwa

Selama kurun waktu 1 Januari sampai 30 September 2021, aksi kemanusiaan ACT di kancah global telah dirasakan 1.134.083 juta jiwa. Jumlah penerima manfaat diprediksi bertambah seiring aksi yang belum berakhir.

rekap aksi global
Ilustrasi. Anak-anak di Palestina tersenyum menerima makanan siap santap dari ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Dunia kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Itulah yang menjadi alasan aksi kemanusiaan ACT terus meluas, menjangkau manusia di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Afrika, hingga Eropa. 

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, kurun waktu 1 Januari hingga 30 September 2021, aksi kemanusiaan ACT telah menjangkau 21 negara. Total 555 aksi telah dilakukan dan melibatkan 4.747 relawan. 

“21 negara di Afrika, Asia, dan Eropa. Total penerima manfaat 115.976 KK atau 1.134.083 jiwa,” katanya, Sabtu (2/9/2021). 

Faradiba melanjutkan, 21 negara tersebut yaitu Afghanistan, Bangladesh, Gambia, Ghana, India, Kenya, Lebanon, Madagaskar, Mali, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Somalia, Sudan, Syria, Uganda, Palestina, dan Yaman. Lalu dua negara di Eropa yakni Bosnia Herzegovina dan Turki. 

“Aksi kemanusiaan meliputi aspek kehidupan seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pangan. Yakni berupa pembagian paket pangan, makanan siap santap, pembangunan sumur wakaf, pemberian bantuan pakaian musim dingin, pelatihan keterampilan kerja,  layanan medis, ambulan, bus sekolah, air bersih, listrik, dan pembagian mushaf Al-Qur’an,” jelasnya. 

Faradiba menambahkan, para penerima manfaat merupakan masyarakat pra sejahtera, korban kemanusiaan, dan para pengungsi baik yang internal maupun yang terusir dari negaranya. Jumlah penerima manfaat akan terus bertambah seiring dengan aksi yang masih berlanjut.[]