Jatinangor Kebagian Disapa Humanity Food Truck

Jatinangor Kebagian Disapa Humanity Food Truck

ACTNews, KABUPATEN SUMEDANG - Warga Jawa Barat mana yang tak mengenal Jatinangor? Salah satu kecamatan di Kabupaten Sumedang ini telah lama dikenal sebagai kawasan pendidikan. Universitas Padjadjaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah sederet perguruan tinggi yang tersebar di Jatinangor. Setelah sebelumnya menyapa warga di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Humanity Food Truck bergerak menuju kawasan pendidikan ini pada Senin (19/6).

Adalah Masjid Al Jabbar ITB Jatinangor, lokasi di mana HFT menghentikan lajunya dan menyapa warga sekitar serta para pengendara yang melintas di jalan utama untuk bermudik. Enam hari menuju Idul Fitri, hiruk-pikuk rutinitas para mahasiswa yang biasa terlihat di kompleks kampus ITB dan UNPAD tak jauh dari masjid mulai berkurang. Atmosfer “pendidikan” lantas berganti menjadi keramaian lalu lalang Jalan Raya Cirebon-Bandung, jalan utama yang membentang di depan Masjid Al Jabbar.

 

Warna-warni dan mural yang menghiasi badan Humanity Food Truck membuat para pengemudi yang melintas memelankan kendaraannya. Kesibukan pembagian makanan gratis oleh food truck terbesar di Indonesia sore hari itu memancing rasa penasaran mereka untuk melihat lebih dekat. Belum lagi ada pertunjukan musik religi di halaman depan masjid yang dibawakan oleh komunitas-komunitas di Bandung dan sekitarnya.

“Hari ini memang banyak komunitas-komunitas di Bandung yang ikut meriahkan kegiatan pembagian makanan gratis di Jatinangor. Ada Relawan Peduli Masjid, teman-teman dari SMAN 1 Jatinangor, SMA Cimanggung, Madrasah Tanjung Sari, dan lainnya,” ungkap Trisna, perwakilan ACT Bandung yang kala itu ikut mengawal kegiatan food truck di Jatinangor.

Selain warga sekitar masjid dan para pengendara yang melintas, nikmat hidangan berbuka ala food truck juga dirasakan oleh sejumlah warga yang datang cukup jauh dari lokasi Humanity Food Truck saat itu. Salah satunya adalah Widi (14) yang datang bersama teman-temannya dari Desa Jatiroke, sekitar 5 km dari Masjid Al Jabbar.

 

“Tadi ke sini sama teman-teman pengajian naik angkot, sekitar 20 menit. Memang sih lumayan jauh, tapi tadi penasaran aja sama acaranya,” ungkap Widi, yang tahu ada acara Humanity Food Truck dari kakak kelas di tempat ia mengaji.

Menurut Widi, acara pembagian paket berbuka puasa sore itu bisa dibilang unik. Selain karena adanya pertunjukan musik religi oleh sejumlah komunitas di Bandung, proses penyajian hidangan berbuka dari dalam truk membuatnya terkesan. Ia baru tahu kalau makanan berbuka yang diterimanya diolah di dapur yang ada di dalam Humanity Food Truck.

Melihat antusias warga yang memadati area parkir Humanity Food Truck, Ketua DKM Al Jabbar Dr. Taufiqurrahman mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan pembagian 1000 paket iftar gratis hasil kolaborasi antara ACT dan Kitabisa tersebut.

 

“Kami dengan senang hati memfasilitasi kegiatan layanan makan gratis oleh Humanity Food Truck ACT ini. Insya Allah, acara ini bermanfaat bagi para pemudik yang melintas maupun warga di sekitar sini,” tuturnya.

Di pekan terakhir Ramadan, Humanity Food Truck terus melaju ke barat Jawa, menyapa para pemudik yang mulai melakukan perjalanannya ke kampung halaman. Jalur mudik di sepanjang Cikampek-Karawang menjadi tujuan selanjutnya hingga berakhir di Pelabuhan Merak. []

Tag

Belum ada tag sama sekali