Jawa Timur Darurat Banjir, ACT Buka Posko Kemanusiaan

Jawa Timur Darurat Banjir, ACT Buka Posko Kemanusiaan

ACTNews, MADIUN, PONOROGO, BOJONEGORO – Hujan deras menyebabkan banjir di 15 kabupaten di Jawa Timur. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan 15 kabupaten yang mengalami banjir adalah Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Tranggalek, Ponorogo, Lamongan, dan Blitar. Daerah yang paling parah terlanda banjir adalah Kabupaten Madiun.

Sungai-sungai dan drainase tidak mampu mengalirkan air sehingga banjir merendam di banyak tempat. Data sementara, lebih dari 12.495 keluarga terdampak. Sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

ACT telah berkoordinasi dengan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di beberapa daerah yang terdampak untuk melakukan tindakan tanggap darurat. Hal ini disampaikan langsung oleh Koordinator Program dan Penanganan Bencana Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur Dipo Hadi Waskito dari lokasi terdampak banjir di Madiun, Kamis (7/3).

“Kami telah berkoordinasi dengan semua jejaring MRI dan BNPB di daerah-daerah yang terdampak. Karena banjir di Jatim terjadi hampir bersamaan. Tingkat kedaruratan banjir juga berbeda-beda, maka kami membuka pos komando (posko) kemanusiaan di daerah terdampak yang paling parah. Saat ini kami prioritaskan untuk penanganan di Madiun,” terang Dipo.

Selain melakukan aksi evakuasi pada masa tanggap darurat, tim ACT-MRI yang turun ke lokasi bencana juga melakukan pendataan terkait kerusakan dan kebutuhan warga yang diperlukan saat ini. Kebutuhan darurat warga saat ini di antaranya, tikar, selimut, makanan siap saji, air minum, keperluan sanitasi (pembalut wanita, popok, alat mandi, pakaian dalam), obat-obatan, makanan bayi.

Banjir di Madiun disebabkan meluapnya debit air Sungai Jeroan yang merupakan anak Sungai Madiun. Banjir merendam 39 desa dan 8 kecamatan di Kabupaten Madiun sehingga menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak banjir. Kerugian materi pun membuat 2 unit rumah rusak berat, 253 hektar sawah tergenang, 3 titik tanggul rusak, 2 unit jembatan rusak, 1 unit gorong-gorong rusak, dan ribuan ternak terdampak. Bupati Madiun telah menetapkan masa tanggap darurat banjir selama 14 hari yaitu tanggal 6 -19 Maret 2019.

Banjir juga terjadi di Ponorogo, di wilayah Kecamatan Balong. Ruas jalan dan permukiman di terendam banjir. Merespons itu, ACT-MRI Ponorogo membuka posko di jalan Diponegoro 79, Tambakbayan. Sebanyak 9 personil ACT-MRI yang turun ke lokasi bencana juga membagikan bantuan yang disalurkan melalui ACT-MRI Ponorogo.

Koordinator Daerah MRI Ponorogo Haris Danur mengatakan, bantuan dari masyarakat Ponorogo masih terus disalurkan melalui posko ACT. “Posko ini akan terus kami buka sepanjang situasi belum kondusif,” kata Haris.

Sementara itu di Bojonegoro, seperti yang dilaporkan Koordinator Daerah MRI Bojonegoro Sunhaji Gholib, banjir disebabkan meluapnya air Sungai. Akibat itu 23 desa di 8 kecamatan Kabupaten Bojonegoro terendam. Rata-rata banjir menggenang setinggi 30 - 40 sentimeter. Sebanyak 1.382 rumah dan 121 hektar sawah terendam banjir.

“Saat ini tim Emergency Response ACT-MRI Bojonegoro sudah bergerak untuk mengevakuasi dan melakukan pendataan. Semoga kondisi di lokasi bisa segera membaik,” kata Gholib.

ACT Jawa Timur masih terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dalam melakukan penanganan darurat. Evakuasi, pemberian bantuan permakanan, pendirian tenda dan lainnya masih dilakukan.

Pekan ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memang melaporkan adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia. Aktivitas itu menyebabkan curah hujan tinggi di kawasan Indonesia. MJO adalah fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia)  ke timur dengan membawa massa udara basah. Masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia meningkatkan potensi curah hujan bagi daerah-daerah yang dilalui. []