Empati dan Apresiasi untuk Jeje, Si Pejuang Suara Rakyat

H. Jeje, Pejuang Suara Rakyat dari Tasikmalaya, turut gugur usai bertugas saat pemilu

Empati dan Apresiasi untuk Jeje, Si Pejuang Suara Rakyat' photo

ACTNews, TASIKMALAYA – Kabar duka gugurnya pahlawan suara rakyat juga datang dari Tasikmalaya. Haji Jeje, Ketua TPS 02 Desa Mandalamekar, Kamis (18/4) malam meninggal dunia. Anggota BPBD sekaligus penasihat dewan kesejahteraan masjid desa itu diduga kelelahan setelah penyelenggaraan pemilihan umum 2019.


Aksi Cepat Tanggap Tasikmalaya pun bersilaturahmi ke keluarga almarhum di Kampung Cinangsi, Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Rabu (24/4). Kunjungan ACT Tasikmalaya ke kediaman keluarga Jeje bermaksud menyampaikan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.


Kepala Cabang ACT Tasikmalaya Taufik Perdana mengatakan, santunan yang diberikan merupakan apresiasi atas jasa almarhum Jeje sebagai pejuang suara rakyat. “Ini menjadi salah satu bentuk apresiasi kami dan kepeduliaan ACT sebagai lembaga kemanusiaan terhadap pahlawan suara rakyat yang gugur, karena bagaimana pun beliau telah menjalankan tugasnya untuk mengawal pemilu 2019,” ungkap Taufik.




Santunan diterima langsung oleh istri almarhum H. Jeje, yakni Uun. Ia pun menyampaikan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan ACT. “Terima kasih banyak sudah memberikan dukungan kepada keluarga kami. Saya minta doa, semoga suami saya husnul khotimah,” kata Uun.


Uun bercerita, suaminya merupakan sosok yang bertanggung jawab dan amanah. Almarhum selalu memberikan arahan kepada anggota KPPS untuk menyelesaikan tanggung jawab sebagai penyelenggara pemungutan suara. Jeje dan Uun pun memiliki anak tunggal. Almarhum berharap, anak satu-satunya itu mampu melanjutkan pengabdiannya kepada desa.


Selain Jeje, ada sejumlah pejuang suara rakyat yang gugur di masa perjuangannya. Salah satunya di Kecamatan Cigalontang. ACT Tasikmalaya juga akan mengunjungi keluarga almarhum sesegera mungkin.[]

Bagikan