Jelang Lebaran, Food Van Bergerilya dari Jonggat hingga Pulau Bungin

Jelang Lebaran, Food Van Bergerilya dari Jonggat hingga Pulau Bungin

ACTNews, LOMBOK TENGAH – Jelang lebaran, ikhtiar belum berakhir. Humanity Food Van dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) – Nusa Tengga Barat (NTB) masih tetap berlangsung. Sejak H-2 lebaran, Food Van serentak berlangsung di empat kabupaten kota yang berbeda di NTB, yakni di Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram, Kota Bima dan Pulau Bungin di Kabupaten Sumbawa Besar.

Menyusuri jalanan setapak yang panas dan berdebu di Lombok Tengah untuk bisa mencapai lokasi food van di Yayasan Darul Hukumaini Jonggat, tak menyurutkan semangat. Teman-teman MRI Lombok Tengah dan relawan dari SMAN 1 Jonggat penuh ikhtiar untuk berbagi kebahagiaan melalui sekotak paket berbuka. Paket ditujukan untuk anak-anak yatim di sana.

Kebahagiaan dan senyum yang terpancar dari mereka seolah membayar lelah teman-teman relawan melewati jalanan yang terjal dan cukup jauh dari jalan besar. “Terima kasih kakak-kakak, wah beng ite siqt bebuke, jarang-jarang arak dengan datang beng ite percume (Terima kasih kakak-kakak sudah memberikan kita makanan untuk berbuka, jarang-jarang ada yang datang ngasih kita gratis),” ucap salah seorang dari mereka, penuh haru menggunakan bahasa sasak, bahasa lokal setempat.

Lain di Jonggat, beda juga cerita di Pulau Bungin, Pulau yang terkenal sebagai pulau terpadat di dunia ini juga dikunjungi untuk berbagi paket pangan Ramadan. Terletak di tengah Laut di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa Besar, di bawah tahun 2002 masyarakat yang ingin ke sana, harus menyeberang dengan perahu.

Tetapi sejak tahun 2002 pemerintah sudah membangun jembatan langsung ke sana, sehingga kendaraan seperti motor atau mobil bisa langsung ke Pulau Bungin tanpa harus menggunakan sampan.

Jalanan khas pegunungan dengan sepoi angin laut menjadi teman perjalanan tim relawan ACT menuju Pulau Bungin. Walau dalam kondisi puasa, tak membuat kendor semangat relawan menuju lokasi.

Sesampai di sana relawan sudah ditunggu oleh para lansia dan anak-anak yatim salah satu rumah panggung milik seorang warga. Setelah membagikan paket pangan Ramadan untuk berbuka, salah seorang lansia yang juga sebagai guru ngaji di Pulau Bungin mendoakan para relawan ACT agar hidupnya selalu berkah dan cita-citanya tercapai.

Barahtuane memon relawan ellune barokah beke memon ai ma cita-cita ne sampe ma kadakanne,” doá Bapak Makkadia dalam Bahasa Sulawesi Bajo (Walaupun di daerah Sumbawa, tetapi bahasa yang digunakan adalah bahasa Sulawesi Bajo sebagai bahasa nenek moyang mereka)

Cerita di kota Bima dan Kota Mataram tidak kalah menarik. Dengan menggandeng komunitas motor klasik GENTELMENTS Bima, MRI ACT Bima membagikan paket pangan Ramadan tak hanya di waktu berbuka saja, tetapi juga ketika sahur melalui program Food Van Sahur On The Road.

Sahur on the road juga dilakukan oleh relawan ACT MRI Mataram bekerja sama dengan BEM Fakultas Teknik Universitas Mataram. Menyusuri jalanan malam yang lumayan sepi, sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 dinihari untuk membagikan paket sahur, para relawan rela berjibaku menahan dinginnya malam kota Bima dan Kota Mataram.

Nami doho neo ade poda mu karawi sama labo ACT MRI, dan kegiatan ake na wancu ku berkesan poda ruú name doho. Semoga ta tando na ndai loa ta karawi smaa wali (Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan ACT MRI dan kegiatan ini sangat berkesan bagi kami. Semoga ke depannya kita bisa bermitra lagi),” ucap Adi selaku ketua motor klasik GENTELEMENTS Bima dengan begitu bersemangat.

“Insya Allah ini adalah awalan untuk memberikan Ramadhan terbaik bagi masyarakat NTB, ke depannya, kami akan berusaha lebih untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat,” tutur Alfian selaku Kepala Cabang ACT NTB. []

Tag

Belum ada tag sama sekali