Joox dan ACT Pasok Masker Cegah Covid-19

Kebutuhan masker masih mendesak hingga hari ini sebagai alat pencegahan menyebarnya virus corona. Joox, salah satu aplikasi layanan musik gratis, pada Jumat (28/2) menyerahkan ribuan masker melalui ACT untuk warga Indonesia di luar negeri.

Serah terima simbolis masker dari Joox kepada ACT untuk disalurkan ke WNI di Korea Selatan dan Cina. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA Aplikasi penyedia layanan musik gratis, Joox, bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam beberapa waktu dekat ini akan mengirimkan masker bagi warga di beberapa negara untuk mencegah Covid-19 atau lazim dikenal dengan virus corona. Virus yang diketahui pertama kali menyebar di Wuhan, Cina, kini juga mengancam banyak warga di belahan dunia lain, tak terkecuali warga Indonesia yang ada di luar negeri.

Sebanyak 4.100 lembar masker bakal dikirim, khususnya bagi warga negara Indonesia yang berada di Korea Selatan dan Cina melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di Beijing. Dipilihnya lokasi itu karena sekarang ini kegaduhan karena Covid-19 sedang terjadi di sana.

Sucita Pri Ramadinda dari tim Global Humanity Response - ACT mengatakan, sebelumnya ACT telah mengirimkan masker bagi warga Indonesia yang ada Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan sekarang ini juga sedang dalam perjalanan pengiriman menuju Makau. Negara-negara tersebut sempat mengalami kegaduhan akibat menipisnya stok masker di pasaran. “Dan sekarang ini ACT mendapat stok masker lagi dari Joox dan akan dikirim ke Korea Selatan dan Cina,” jelasnya, Jumat (28/2).

Janson dari tim Joox mengatakan, penggalangan dana untuk pengadaan masker dilakukan Joox mulai tanggal 10 hingga 23 Feberuari 2020. Tiap pengguna aplikasi yang menyumbangkan suaranya lewat fitur karaoke akan dihitung sebagai donasi Joox setara Rp10 ribu. “Kami berhasil menggalang dana hingga 50 juta (rupiah) dan digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, salah satunya masker untuk warga Indonesia yang disalurkan melalui ACT,” katanya.

Sampai saat ini, kondisi beberapa negara masih kurang kondusif karena ancaman virus corona. Masker pun menjadi kebutuhan mendesak sebagai salah satu alat untuk mencegah tersebarnya virus. Namun, keterbatasan persediaan membuat beberapa negara berada di bawah ancaman virus berbahaya ini.[]