Jual Kacang Rebus, Cara Eko Penuhi Kebutuhan Keluarga

Semenjak ibunya sakit, Eko berhenti dari pekerjaannya di toko roti dan memulai usaha keluarga berjualan kacang rebus. Tetapi pandemi saat ini menjadi kendala dalam usaha Eko.

1
Setiap hari Eko menjajakan dagangannya di Jalan Pangeran Natakusuma, Kota Pontianak. (ACTNews)

ACTNews, PONTIANAK – Senyum tergambar jelas di wajah Eko ketika Global Wakaf-ACT Kalimantan Barat memberikan bantuan modal melalui Wakaf UMKM. Dengan modal yang ia peroleh, pedagang kacang rebus itu akan berikhtiar meningkatkan kapasitas usahanya yang sempat mandek di awal pandemi.

"Harapannya dengan bantuan ini bisa saya gunakan untuk memajukan usaha. Terima Kasih kepada Global Wakaf-ACT atas bantuan modal usaha ini, semoga berkah," ucap Eko saat ditemui di Jalan Pangeran Natakusuma, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Senin (14/6/2021) kemarin.

Sebelum memulai berdagang kacang rebus, Eko sempat bekerja di toko roti selama lima tahun. Tetapi semenjak sang ibu sakit, ia kemudian memutuskan banting setir menjadi pedagang agar bisa fokus merawat ibunya. Untuk menopang kebutuhan sehari-hari, Eko mengandalkan dagangan kacang rebus tersebut yang juga merupakan usaha keluarga.


Dengan hadirnya pandemi satu tahun lalu, pendapatan Eko merosot dibandingkan biasanya. "Biasanya sehari bisa dapat 300 ribu, sejak pandemi buat dapat 200 ribu saja susah," tutur Eko. Karenanya Eko sangat terbantu dengan dukungan modal usaha ini.

Wakaf UMKM menjadi salah satu ikhtiar Global Wakaf-ACT dalam memajukan UMKM di masa sulit dampak pandemi. "Program ini diharapkan menjadi motor penggerak usaha di tengah pandemi. Global Wakaf-ACT sudah menghadirkannya sejak beberapa waktu lalu dan telah menyerahkan bantuan usaha untuk pengusaha skala kecil dan mikro di berbagia penjuru negeri, termasuk Kalbar,” jelas Nircho Dwi Anggoro dari Tim Global Wakaf-ACT Kalimantan Barat.[]