Jualan Kerang Jadi Cara Yusra Gerakkan Ekonomi Keluarga

Untuk pemasukan sehari-hari, Yusra menjual kerang yang didapat suaminya dari sungai. Tetapi karena pandemi, kerang-kerang Yusra sulit menemui pelanggan.

borong dagangan umkm
Yusra berjualan ditemani kedua anaknya. (ACTNews)

ACTNews, ACEH SELATAN – Yusra bersama sang anak masih menunggu di lapak kecil mereka yang ada di depan rumah mereka di Desa Ujong Padang, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan. Sedari pagi, belum ada sama sekali yang membeli kerang yang tersusun di meja kecil tersebut.

Padahal kerang inilah yang selama ini menjadi mata pencaharian Yusra dan keluarga. “Sudah jualan sejak tahun 2017. Suami yang mencari kerang-kerang ini di sungai dekat sini,” jelas Yusra ketika ditemui pada Ahad (29/8/2021) lalu.

Tetapi ekonomi terasa sulit belakangan ini akibat pandemi. Daya beli masyarakat ikut berkurang, termasuk dagangan kerang yang dijajakan Yusra. Untuk itu, Tim Global Wakaf-ACT ikut melariskan dagangan Yusra dengan memborong dagangannya.


“Beliau mengira hanya satu tumpukan yang dibeli, dan beliau terkejut ternyata tim memborong semua kerang, yang dari tadi pagi belum ada pembeli. Alhamdulillah, kita juga memberikan tambahan modal untuk Ibu Yusra,” kata Indra Mudaris dari Tim Global Wakaf-ACT.

Selesai memborong dagangan Yusra, tim kemudian membagikan kerang yang telah dibeli kepada masyarakat sekitar. “Sehingga tidak hanya pemberdayaan, tetapi kita juga turut membantu pangan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Indra.

Aksi Borong Dagangannya Tambahin Modalnya ini, merupakan aksi kelima yang sudah diimplementasikan oleh ACT Subulussalam. Indra berharap, program ini dapat terus berlanjut sehingga meringankan para pedagang yang kesulitan di masa pandemi.

“Dengan dukungan para dermawan, mudah-mudahan aksi kita di Kota Subulussalam dan sekitarnya dapat meluas dan menjangkau lebih banyak lagi para pelaku UMKM yang membutuhkan,” tambah Indra. []