Jutaan Anak Suriah Butuh Bantuan

Sekitar 4,8 juta anak Suriah yang membutuhkan bantuan. Sebanyak 490 ribu di antaranya sangat sulit untuk dijangkau karena berada di daerah pedalaman ataupun daerah konflik.

Ilustrasi. Anak-anak suriah menikmati hidangan iftar dari Aksi Cepat Tanggap pada Ramadan 2019. (ACTNews)

ACTNews, SURIAH – Anak-anak Suriah telah menderita sejak sepuluh tahun terakhir karena konflik yang belum juga berakhir. Data terbaru yang dirilis UNICEF 2021 menyebutkan, ada 4,8 juta anak Suriah yang membutuhkan bantuan. Sebanyak 490 ribu di antaranya sangat sulit untuk dijangkau karena berada di daerah pedalaman ataupun daerah konflik.

Data tersebut juga melaporkan bahwa 22 anak Suriah meninggal pada bulan Januari di Hama dekat Tal Rifaat, utara Aleppo. Salah satu penyebab kejadian itu adalah insiden yang melibatkan senjata.

Bantuan selalu berdatangan bagi anak-anak Suriah. Saat ini, sejumlah lembaga kemanusiaan internasional juga mendukung pendidikan bagi pengungsi anak di Suriah berupa program-program pendidikan,  antara laundi Al Hasakah, Aleppo, Raqqa, Damascus, Dara’a, Deir-ez-Zor, Hama, Homs, Idlib, Latakia, dan Tartous.

Di Jakarta, Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response-Aksi Cepat Tanggap menerangkan, Suriah adalah salah satu negara dengan dampak konflik yang parah yang menimpa anak-anak. Ekonomi yang hancur serta kemiskinan yang melanda, membuat negara ini tidak bisa menyediakan keamanan dan fasilitas pendidikan untuk anak-anak.

Di satu sisi, menurut Said, masyarakat internasional dapat memberikan dukungan kepada anak-anak Suriah, salah satunya melalui bantuan kemanusiaan. "Aksi Cepat Tanggap berikhtiar menyalurkan dukungan dermawan untuk anak-anak Suriah melalui kebutuhan pangan, sandang, dan papannya.  Setiap bantuan kita berharga untuk mereka,” ujar Said.

Saat ini ada 13 kampanye kemanusian dari indonesiadermawan.id untuk membantu pengungsi Suriah. Dukungan yang dimaksud antara lain adalah Sedekah Pangan, Wakaf Sumur, dan Wakaf Rumah.[]