Jutaan Warga Afrika Timur Kelaparan Imbas Serangan Hama Belalang Gurun

Serangan hama belalang gurun semakin parah melanda negara-negara di Afrika Timur. Menghancurkan ratusan ribu hektare lahan pertanian, hama yang mampu berkembang biak sangat cepat ini telah menyebabkan jutaan warga Afrika Timur kelaparan.

hama belalang gurun afrika
Hama belalang gurun membuat sektor pertanian di negara-negara Afrika timur hancur. (Reuters/Baz Ratner)

ACTNews, AFRIKA TIMUR – Serangan hama belalang gurun yang terjadi di Afrika Timur, semakin parah dalam beberapa tahun terakhir. Serangga yang memiliki nama lain Schistocerca gregaria ini, kerap merusak tanaman para petani. Sektor pertanian pun mengalami gagal panen dan produksi pangan menurun drastis.


Setidaknya 5 juta warga di negara-negara Afrika Timur mengalami kelaparan parah akibat wabah ini. Hama belalang dilaporkan telah menghancurkan ratusan ribu hektar tanaman dan padang rumput di delapan negara seperti Kenya, Uganda, Sudan Selatan, Ethiopia, Somalia, Eritrea, Djibouti, dan Sudan. Jumlah negara yang terancam pun berpotensi semakin bertambah, karena belalang gurun dikenal dapat berkembang biak dengan sangat mudah dan sulit dikendalikan.


Di fase ini, serangga tersebut mampu berkembang biak menjadi 20 kali lipat dalam waktu tiga bulan dan mencapai kepadatan 80 juta belalang per kilometer persegi. Setiap ekor mampu makan 2 gram vegetasi dalam per hari. Bila digabung, kawanan belalang dengan anggota 80 juta ekor dapat mengonsumsi makanan yang setara dengan jumlah makanan untuk 35.000 orang per hari.

Dari beberapa negara yang diserang hama tersebut, Somalia dilaporkan menerima dampak yang paling parah. Pemerintah Somalia pun menyatakan bahwa Somalia menjadi negara pertama di Afrika Timur yang mengumumkan keadaan darurat nasional atas krisis belalang gurun yang menyebabkan jutaan warganya berpotensi mengalami kerawanan pangan.

Sementara itu, Komite Penyelamat Internasional (IRC) menyatakan bahwa serangan hama belalang gurun saat ini, menjadi yang terparah selama 70 tahun terakhir. Jika tidak ada solusi cepat, IRC menyebut hama ini bisa menyebar luas hingga ke Afrika Barat.

“Ini adalah invasi belalang terburuk yang pernah kami lihat di generasi kami. Belalang gurun telah menghancurkan padang rumput dan membuat sumber air terkontaminasi. Yang terburuk dari semuanya adalah kami tidak memiliki kapasitas untuk mengendalikannya.” ujar Sahal Farah dari tim IRC.

Bank Dunia pun menyatakan bahwa pada 2021 ini, 5,2 juta warga di Somalia berpotensi mengalami kelaparan akut jika tidak ada bantuan kemanusiaan yang datang. Bukan hanya imbas dari serangan hama yang meningkat beberapa bulan terakhir, namun juga karena kekeringan dan merebaknya pandemi Covid-19. []