Jutaan Warga Yaman Terancam Berbagai Penyakit karena Kelaparan Akut

Kelaparan akut yang diderita jutaan warga Yaman membuat mereka mudah terserang berbagai penyakit penyerta, seperti malnutrisi, diabetes, penyakit jantung, hingga kelainan metabolisme tubuh.

krisis yaman
Ilustrasi. Kelaparan akut membuat jutaan warga Yaman mudah terserang berbagai penyakit. (ACTNews)

ACTNews, YAMAN – Kerawanan pangan menjadi salah satu permasalahan utama yang tengah melanda Yaman. Jutaan warganya menderita karena pangan yang jumlahnya terbatas dan dijual dengan harga yang tak mampu mereka beli. Namun, permasalah tidak berhenti di kelaparan. Sebab, kelaparan akut juga membuat berbagai penyakit dapat dengan mudah menyerang warga yang menderitanya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ada lebih dari lima juta warga Yaman yang terancam dengan penyakit-penyakit penyerta dari kelaparan akut. Dari mulai berbagai jenis infeksi hingga busung lapar.

“Kelaparan bukan hanya masalah makanan. Ini adalah gejala keruntuhan yang jauh lebih dalam. Lima juta orang selangkah lagi akan menyerah pada kelaparan dan penyakit yang menyertainya, angkanya juga berpotensi bertambah 10 juta orang,” ujar Martin Griffiths, utusan PBB untuk Yaman.

Sementara itu, Harum Aulia Rahmawati  dari tim Humanity Medical Service ACT menyatakan bahwa kelaparan akut yang diderita oleh manusia, tidak hanya menyebabkan gangguan jangka pendek seperti penurunan energi yang mengganggu produktivitas. Namun, dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit yang mempengaruhi fungsi organ tubuh.

“Dampak kelaparan itu bisa ke arah malnutrisi atau kondisi tubuh kita kekurangan nutrisi. Tentunya akan berdampak kepada fungsi organ tubuh yang tidak maksimal dalam menjalankan fungsinya. Bisa juga terkena penyakit degeneratif seperti diabetes, penyakit jantung dan kelainan metabolisme tubuh,” ujar Harum saat ditemui tim ACTNews, Kamis (26/8/2021).

Kelaparan di Yaman disebabkan oleh banyak faktor. Namun, faktor terbesarnya adalah keruntuhan ekonomi Yaman yang membuat nilai tukar mata uang nasionalnya, yakni Rial, mengalami kemerosotan. Pada Mei 2021, nilai Rial Yaman yang mencapai 900 YER per USD, anjlok ke 1000 YER per USD pada akhir Juli lalu.

Produk Domestik Bruto (PDB) Yaman bahkan anjlok 40 persen sejak 2015 lalu. PBB menyatakan saat ini, ada lebih dari dua pertiga dari populasi Yaman, atau sekitar 20 juta orang hanya mampu bergantung dari bantuan kemanusiaan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.[]