Kabar Air Pasang, Warga Lamsel Diimbau ke Dataran Tinggi

Kabar Air Pasang, Warga Lamsel Diimbau ke Dataran Tinggi

ACTNews, LAMPUNG SELATAN - Sejumlah petugas keamanan mengimbau warga di Desa Way Panas, Kalianda, untuk pergi ke dataran tinggi Rabu (26/12) sekitar pukul 12.00 WIB. Sejak Rabu (25/12) dini hari, BMKG melalui siaran persnya melaporkan cuaca esktrem yang terjadi di wilayah Selat Sunda mampu memicu longsoran tebing Anak Krakatau yang bisa tiba-tiba menyebabkan tsunami.

Sesaat, warga yang tinggal di pinggir pantai pun bergegas meninggalkan pesisir. Saminah (65), salah satu warga yang ACTNews temui di atas bukit menceritakan, dirinya langsung bergegas menuju dataran tinggi setelah imbauan disampaikan pihak keamanan dan melalui pelantang suara masjid.

"Kami biasanya naik ke sini (dataran tinggi) setiap pukul lima sore, memang setiap malam air laut naik. Namun, setelah kejadian kemarin kami agak trauma," cerita Saminah, Rabu (26/12).

Sabtu (22/12), tsunami yang besar dugaan disebabkan erupsi Anak Gunung Krakatau melanda Selat Sunda. Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Bakauheni,  dan Katibung menjadi wilayah terdampak di Kabupaten Lampung Selatan.

Hingga kini, sejumlah warga di daerah pesisir memilih tinggal di dataran tinggi setiap malam untuk menghindari  air laut pasang atau pun tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang tidak dapat diprediksi.

Sejalan dengan itu, dapur umum ACT di Desa Way Panas tetap berjalan seperti biasa. Sejumlah ibu relawan dapur umum memasak 200 porsi makanan siap santap untuk dibagikan ke warga sekitar sesama pengungsi.

"Hari ini kami memasak 200 porsi makanan siang, segera akan dibagikan ke warga," jelas Koordinator Dapur Umum ACT Way Panas Ade Irawan, Rabu (26/12).

Ade juga menjelaskan, seluruh relawan di posko Way Panas juga telah diimbau untuk mendampingi warga mengungsi ke dataran tinggi. Setelah imbauan siaga, empat orang relawan ditempatkan di posko untuk memantau lokasi. []