Kabar dari Tepian Negeri: Sekolah Kami Bawa Pengaruh Positif bagi Warga Dusun

Kabar dari Tepian Negeri: Sekolah Kami Bawa Pengaruh Positif bagi Warga Dusun

ACTNews, ALOR – Tampak para siswa dan guru Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darussalam Timu Abang sudah menyambut Tim 100 Pulau Tepian Negeri-ACT, di jalan setapak menuju sekolah yang dibangun ACT. Meskipun saat itu bertepatan dengan hari libur, tepatnya Ahad (31/12), mereka menyempatkan diri datang ke sekolah untuk menyambut kami, Tim 100 Pulau Tepian Negeri.

Kala itu bertepatan dengan pendistribusian bantuan pendididikan dari Hj. Lina Liputri, berupa dana pendidikan untuk 54 siswa, insentif untuk 9 guru MIS Darussalam, laptop, dan LCD proyektor (infokus).

Tanpa dikomando gurunya, Fauzan bersama teman-temannya di MIS Darussalam langsung berinisiatif membantu membawakan laptop dan infokus yang dibawa kami menuju ruang kelas.         

“Silahkan ngopi dulu pak, maaf hanya ala kadarnya,” ujar Qodir, Kepala Sekolah MIS Darussalam. Ia mempersilahkan kami untuk beristirahat sejenak, setelah menempuh perjalanan laut dengan menggunakan perahu kecil dari Pantai Sebanjar membelah laut Bulu Tumbak, menuju Pulau Pura.

Qodir mengugkapkan, dahulu sekolah yang ia pimpin (MIS Darussalam) tidak berlokasi di tempatnya saat ini. Sebelumnya, bangunan MIS Darussalam menumpang di ruangan KUD yang sudah tidak berfungsi lagi, yang berada di dekat dermaga, tepat di bawah sekolah MIS Darussalam yang sekarang berdiri.                 

“Tempat pertama sekolah kami adalah di ruangan bekas KUD yang tidak terpakai. Di sanalah  kami melakukan kegiatan belajar mengajar sekitar 3 tahun. Lalu tahun 2014, Pak Iyus, Penanggung Jawab Program 100 Pulau Tepian Negeri ACT, datang melakukan asesmen didamping Pak Arafah. Alhamdulillah, tak lama setelahnya ACT membangun sekolah baru di lahan kosong perbukitan berbatu dan akhirnya kami pun punya bangunan sekolah sendiri,” kenangnya penuh syukur.        

Dusun Timu Abang merupakan dusun yang masyarakatnya berbasis Muslim di Pulau Pura. Lebih dari 400 KK tinggal di dusun ini. Sedangkan, lahan sekolah MIS Darussalam merupakan tanah adat yang telah diwakafkan ke pihak sekolah.

Yusnisyrah Sirin, Penanggung Jawab Program 100 Pulau Tepian Negeri mengungkapkan, MIS Darussalam merupakan sekolah Islam satu-satunya yang berdiri di Pulau Pura. “Kamilah yang membangun pertama kalinya sekolah berbasis Islam di Pulau Pura ini,” terangnya.             

Perjuangan Qodir bersama rekan-rekan guru lainnya dalam mendirikan sekolah MIS Darussalam ini, membawa pengaruh positif terhadap kultur dan kebiasaan warga setempat. Pengaruh positif tersebut di antaranya keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak dusun. Saat ini, tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Seluruh anak Timu Abang bersekolah di MIS Darussalam.

Tidak hanya dalam tingkat partisipasi anak-anak dusun yang bersekolah, namun juga terdapat perkembangan positif dari kultur masyarakat desa. Tradisi pemuda yang mengonsumsi minuman beralkohol di Kabupaten Alor, termasuk di Timu Abang, kini telah hilang berkat peran Qodir, istrinya, dan rekan-rekan guru lainnya. Mereka sering mengajar mengaji masyarakat desa. 

“Kebiasaan mabuk-mabukan di dusun kami alhamdulillah telah hilang. Tidak hanya itu, dulu sebelum kami kesini dan mendirikan sekolah ini, meskipun masyarakatnya mayoritas Muslim, banyak orang tua termasuk anak-anaknya yang tak bisa baca Al-Quran. Kaum perempuannnya juga masih banyak yang tak berjilbab. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa baca Al-Quran dan perempuannnya sudah banyak yang berjilbab,” terang alumnus Universitas Islam Jember (UIJ) Fakultas Tarbiyah ini, penuh rasa syukur.              

Qodir yang pernah tinggal di Jember Jawa Timur selama 17 tahun, belajar dan bekerja di sana, hingga mendapatkan istri orang sana. Pada tahun 2011 memutuskan untuk pindah ke kampung halamannya, dan bertekad memajukan pendidikan anak-anak Timu Abang, dengan mendirikan sekolah.

Dahulu, saat Qodir dan istrinya  pulang kampung, ia cukup terkejut dengan fakta sosial yang ia dapatkan. Banyak masyarakat Muslim di sana yang tak paham agama, tidak salat, banyak anak yang putus sekolah. Melihat seperti itu, maka ia bersama istrinya berinisiatif mengajar masyakat mengaji, yang dilakukannya setiap sore.  

“Itulah yang memotivasi kami tinggal di kampung halaman, dan istri saya pun saat itu mendukung. Alhamdulillah, istri saya yang lulusan IAIN Jember ini pun betah tinggal di sini. Ia punya tekad untuk merubah masyarakat dusun ini menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.   

Buah dari perjuangan  

Pendirian MIS Darussalam dilalui dengan penuh tantangan. Ketika awalnya Qodir dan timnya mensosialisasikan akan berdiri sekolah MIS Darussalam, sebagian besar masyarakat banyak yang mencibirnya. Masyarakat menganggap hal tersebut suatu impian yang tak mungkin terealisasi. Bahkan ada masyarakat yang menolak mentah-mentah keinginan Qodir dan timnya.  

“Sungguh luar biasa perjuangan kami saat awal-awal mendirikan sekolah ini. Banyak masyarakat yang mencibirnya bahkan menolaknya. Namun, alhamdulillah dengan kesabaran kami dalam mengedukasi mereka, akhirnya terjadi perubahan sikap,” imbuhnya.

Seluruh bangunan dan fasilitas sekolah dari bangku, meja, lemari, bantuan paket pendidikan berasal dari Tim 100 Pulau Tepian Negeri bersama para mitranya.      

“Tiga lokal dibangun dari Majelis Taklim Telkom, satu lokal dari YBM BRI, Satu lokal lagi dari LAZ Indosat dan satu bangunan  mushola dari El Hijab. Fasilitas yang belum ada di sekolah kami saat ini adalah  MCK, ruang guru dan UKS. Mudah-mudahan Tim 100 Pulau Tepian Negeri nanti bisa segera membangunnya,” pungkasnya penuh harap.     

Tujuh tahun lamanya sekolah MIS Darusallam ini berjalan dan sudah menghasilkan lulusan perdana, yang seluruhnya melanjutkan sekolah ke jenjang tingkat SLTP.          

“Alhamdulillah, lulusan pertama anak didik kami sejumlah 14 siswa, seluruhnya meneruskan ke SMP Muhammadiyah Tahfidz Al-Qur’an di Bojonegoro, Jawa Timur. Seluruh biaya ditanggung pihak MIS Darussalam dan ACT. Dan, alhamdulillah tahun 2017 ini salah satu siswa lulusan sekolah kami, menjuarai Hafidz Al-Quran, mewakili Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya []

Tag

Belum ada tag sama sekali