Kabupaten Konawe Utara Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Melalui Surat Keputusan Nomor 240 tahun 2020, Bupati Konawe Utara menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari hingga 30 Juni 2020.

Kabupaten Konawe Utara Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir' photo
Tim Rescue Unit Siaga SAR Konawe Utara mengevakuasi korban banjir. (Basarnas)

ACTNews, KONAWE UTARA – Pemerintah Konawe Utara menetapkan status tanggap darurat selama dua pekan akibat banjir yang menggenangi sejumlah kecamatan di kabupaten tersebut. Status tanggap darurat diberlakukan di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Andowia, Asera, Oheo, Langgikima, Landawe, dan Wiwirano.

Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kendari Aswar Samaila melaporkan, hujan deras sejak pekan lalu membuat sejumlah sungai di Kabupaten Konawe Utara meluap. “Dalam kurun waktu tiga hari puluhan rumah terendam. Sejumlah warga pun mengungsi ke rumah kerabat, di Desa Puuwanggudu, Kecamatan Asera, meluapnya Sungai Lasolo membuat ratusan warga mengungsi di hunian sementara,” lapor Aswar.

Berdasarkan data yang dihimpun ACT dan MRI Kendari, kebutuhan mendesak pengungsi meliputi pangan, obat-obatan, selimut, dan kelambu. Saat ini relawan pun masih melalukan asesmen.

Selain Konawe Utara, bencana banjir juga melanda Kabupaten Tanah Bumbu pada Sabtu (21/6) dan Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (19/6). Dampak banjir di dua kabupaten tersebut cukup signifikan. Selain merendam perumahan warga, banjir juga memutus akses jalan. Di Tasikmalaya, jembatan dilaporkan roboh terbawa arus deras banjir. []


Bagikan