Kabupaten Takalar Turut Terdampak Kekeringan

Kekeringan melanda desa-desa di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kini, ribuan jiwa harus rela mengambil air kiloan meter demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kabupaten Takalar Turut Terdampak Kekeringan' photo

ACTNews, TAKALAR Tak hanya di Jawa, kekeringan panjang tahun 2019 ini juga melanda Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Beberapa kecamatan di Takalar mengalami kekeringan hingga berdampak pada krisis air. Salah satunya adalah Kecamatan Mangarabombang.

Desa Laikang dan Desa Punaga merupakan dua desa terparah yang mengalami kekeringan di Mangarabombang. Warga desa yang menjadi wilayah transmigran ini warganya kini harus terpaksa mengalami kesulitan air bersih karena sumber air mulai mengering.

Sewang selaku Kepala Dusun Ongkoa, Desa Laikang, menuturkan, permasalahan air di Kecamatan Mangarabombang merupakan masalah pelik. Pasalnya, 982 jiwa selama ini hanya menggantungkan pemenuhan kebutuhan air dari satu sumur tua. “Tapi sumur itu sekarang sudah kering, dan warga harus mencari sumber air lain,” ungkap Sewang, Sabtu (24/8) lalu.

Untuk mendapatkan air bersih di sumber lain, warga di Dusun Malelaya, Desa Punaga harus berjalan 2 kilometer dari permukiman. Jarak ini rela mereka tempuh demi mendapatkan air bersih tanpa mengeluarkan uang. Jika tidak, warga harus merogoh kocek untuk membeli air. 


Sekalipun ada bantuan, antrean panjang akan menjadi pemandangan. Warga rela mengantre demi mendapatkan jatah air bersih yang dibagikan. Bahkan, tak jarang pendistribusian air hingga malam hari karena banyaknya warga yang ingin mendapatkan air. Dusun Malelaya sendiri dihuni 61 jiwa atau 15 KK.

Sabtu (24/8) lalu, ACT Sulsel mengirimkan 30 ribu liter air bersih bagi warga di Kecamatan Mangarabombang. Antrean jeriken milik warga menghiasi sekeliling truk tangki. Zainal, salah satu warga, mengatakan bantuan air ini sangat membantu. Ia dan warga lainnya tak perlu berjalan kiloan meter untuk mendapatkan air bersih. “Terima kasih sudah memberikan kami kebutuhan yang sangat penting,” ungkapnya.

Selama kemarau ini, ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang tersebar di berbagai daerah terus mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Ratusan ribu air bersih telah disalurkan. Hal ini seiring dengan semakin parahnya dampak kekeringan yang terjadi di Indonesia. []

Bagikan