Kado Ramadan untuk Guru Mengaji dan Honorer Berdedikasi

Paket pangan Ramadan diberikan kepada guru mengaji dan honorer berdedikasi di Bogor dan Cianjur. Salah seorang penerima adalah Ustaz Said yang istikamah berdakwah meski kondisi fisik tak lagi prima.

guru honorer menerima paket pangan ramadan
Helliana guru honorer SMP IT Baitul Anshor saat menerima paket pangan Ramadan dari dermawan. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR DAN CIANJUR — Bulan Ramadan adalah bulan kebahagiaan bagi umat Islam. Kebahagiaan itu dirasakan juga oleh guru-guru mengaji berdedikasi di beberapa wilayah di Indonesia. Kebahagiaan itu hadir dari kado Ramadan dermawan. 

Salah satu guru mengaji kado Ramadhan adalah Ustaz Said Hudri, guru ngaji di Majelis Taklim At-Taqwa, Kampung Poncol, Gunung Putri, Bogor. Kondisi kesehatan yang menurun, tak menyurutkan kegiatan dakwah Ustaz Said di masyarakat. 

Mahatir dari tim ACT Bogor Timur mengatakan, Ustaz Said menderita gangguan saraf. Ini membuat beberapa bagian tubuhnya sulit dan lambat bergerak, seperti kaki dan tangan kanan. Untuk berjalan, Ustaz Said menggunakan tongkat. 

"Meski begitu, beliau konsisten mengajar anak-anak dan orang dewasa di majelis taklim secara cuma-cuma," jelasnya, Kamis (28/4/2022).  

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ustaz Said berjualan parfum di dekat masjid yang tak jauh dari rumahnya. Pendapatannya pas-pasan untuk bayar kontrakan dan makan harian. "Walau banyak rintangan yang beliau alami, semangat juang dakwah beliau wajib diapresiasi," kata Mahatir. 

Selain Ustaz Said, kado Ramadan juga diberikan kepada 10 orang dai berdedikasi lain di Bogor, tepatnya di Pondok Pesantren Al-Furqon, Gunung Putri. "Para dai mengucapkan terima kasih atas perhatian para dermawan," pungkasnya.

Sementara di Cianjur, paket pangan Ramadan bahagiakan guru-guru honorer di SMP IT Baitul Anshor dan SMP PGRI Cibeureum, Rabu (27/4/2022). Sebanyak 16 paket pangan Ramadan diberikan langsung kepada para guru honorer yang istikamah mengajar meski gaji Rp700 ribu per bulan.

Salah satunya adalah Helliana guru honorer di Sekolah SMPIT Baitul Anshor. Selama 8 tahun mengajar, gaji yang diterima Rp 700 ribu. Untuk menambah pemasukan sehari-hari, ibu 5 anak ini membuka warung kecil-kecilan di rumahnya.[]