Kajian Musawarah Antarkan Puluhan Paket Kurban ke Desa Kekait, Lombok

Berkolaborasi dengan Global Qurban-ACT, Kajian Musawarah mengantarkan 75 paket daging kurban di untuk membantu warga Lombok yang hingga kini masih berupaya pulih selepas bencana gempa.

ACTNews, LOMBOK - Di antara jalan yang sedang dibangun rumah-rumah di pinggirnya, sekumpulan ibu-ibu berbaris. Sesekali ibu-ibu tersebut menengok ke ujung jalan tempat mereka berdiri, seperti sedang menunggu seseorang.

Ujung jalan tersebut akhirnya memunculkan beberapa orang dari Kajian Musawarah, sebuah komunitas kajian Islam yang dikelola oleh beberapa artis Indonesia. Terbayar sudah penantian ibu-ibu tersebut.

"Saya tunggu dari jam 11 siang malah. Katanya akan dibagikan daging kurban oleh Global Qurban, dan ada artis juga yang bagikan. Eh benar ketemu. Senang sekali saya," kata Mujtamiah kepada Dimas Seto yang ikut membagikan daging di Dusun Kekait Selatan, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kecamatan Lombok Barat, Ahad (11/8) lalu.

Pendistribusian paket kurban ini adalah hasil dari program Musawarah Berqurban, di mana Kajian Musawarah bekerja sama dengan Global Qurban untuk menampung kurban dari para dermawan. Amanah kurban ini lantas didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain Dimas Seto, ada Reza Aditya, Doni Alamsyah, dan Alfa Abdurrahman, aktivis dakwah di Instagram yang terkenal melalui akun @hawaariyyun, yang ikut menyapa warga pada distribusi tersebut.




Dimas Seto sendiri mengaku senang dapat membersamai kembali warga-warga Lombok yang terdampak gempa pada tahun 2018 lalu melalui pemberian 75 paket daging kurban ini. Sebelumnya, ia juga sempat datang ke Lombok ketika gempa M 7.0 mengguncang. Kali ini mereka kembali untuk memberikan semangat kepada warga Lombok agar kembali pulih.

"Memang tujuan kita yang kita utamakan adalah daerah-daerah yang terdampak bencana. Seperti Lombok ini, kita tahu bencananya cukup besar satu tahun yang lalu. Alhamdulillah, satu tahun kemudian kita juga datang ke sini," kata Dimas.

Melalui kesempatan itu juga, Dimas mengajak masyarakat untuk tetap peduli kepada masyarakat Lombok yang hingga kini masih berusaha membangun kehidupan mereka. Karena bagi Dimas, fase membangun setelah bencana sama pentingnya dengan membantu saat bencana tersebut terjadi.

"Ayo, kita buat sesuatu untuk membantu memulihkan kehidupan masyarakat di Kekait ini. Insyaallah, bila kita bisa bersinergi, bisa bersama-sama insyaallah manfaatnya akan lebih besar dan lebih terasa untuk semuanya," kata Dimas.

Zakaria, ketua RT setempat, menyambut baik kehadiran Global Qurban-ACT dan Kajian Musawarah. Bagi Zakaria, ini adalah daging pertama yang mereka terima saat Iduladha tahun ini. Karenanya, ia mewakili para warganya sangat berterima kasih kepada Global Qurban-ACT yang telah menyelenggarakan program ini.

"Saya dan warga bersyukur mendapatkan daging dari Global Qurban dan Kajian Musawarah,karena inilah hadiah pertama yang kami dapatkan di Iduladha tahun ini. Kalau tahun lalu memang dapat juga, tapi suasananya kan beda. Kalau tahun lalu masih kurang nyaman karena kami tinggal di pengungsian, sekarang sudah bangun rumah masing-masing lagi. Walau rumahnya baru jadi setengah, paling tidak sudah bisa ditempati," ujar Zakaria.

Ia sendiri mengatakan kini sudah hampir sebagian warga sudah hampir selesai membangun rumahnya. Zakaria berharap, ke depannya rumah-rumah warga dapat cepat terselesaikan dan warga bisa pih sepenuhnya dari gempa tersebut.

"Memang kalau dilihat saat ini paling tidak warga yang sudah membangun rumahnya kira-kira mencapai 50 persen. Mudah-mudahan secepatnya rumah tersebut dapat selesai agar warga dapat kembali ke kehidupannya seperti semula lagi," harap Zakaria. []