Kajian Musawarah Tengok Pengelolaan Kurban Terbaik di LTW

Anggota Kajian Musawarah yang sempat heran dengan harga kurban di Global Qurban yang begitu terjangkau, mendapatkan jawabannya ketika mengunjungi Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf.

Kajian Musawarah Tengok Pengelolaan Kurban Terbaik di LTW' photo

ACTNews, BLORA - Pertanyaan yang sempat terlintas di pikiran beberapa anggota komunitas Kajian Musawarah ketika mengetahui harga kurban di Global Qurban adalah: mengapa harganya dapat begitu murah? Harga yang ditawarkan justru di bawah harga normalnya kurban yang biasa mereka temukan di Jakarta.

Komunitas tersebut akhirnya membuktikan sendiri ke Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf di Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Dari tempat inilah hewan-hewan kurban akan disuplai untuk kebutuhan pekurban Global Qurban.

“Kemarin sempat ada pertanyaan, kok bisa murah sih? 27 kilogram lebih, (harganya) di bawah harga pasar. Ternyata ternak di sini dikelola sendiri, diberi makan juga (produksi) sendiri,” kata Reza Aditya, pesinetron yang juga anggota Kajian Musawarah. Bersama anggota Kajian Musawarah lainnya, ia turut hadir pada acara peluncuran program Global Qurban bertema "Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Semua", Kamis (11/7).


Tidak sendiri, Reza mengunjungi LTW bersama anggota Kajian Musawarah lainnya yakni Dimas Seto, Sofyan Alop alias Cuping Topan, dan Alfa Abdurrahman, seorang pegiat agama di media sosial. Dimas Seto bahkan sempat menjajal sendiri bagaimana rasanya memanen rumput odot yang menjadi makanan ternak, dan melihat langsung pengolahannya.

“Kita bisa lihat langsung hewan-hewan kurban yang dipelihara dengan penuh kasih sayang, perawatan yang baik, pakan yang baik, insyaallah semata-mata untuk memberikan kualitas atau hasil yang maksimal,” kata Dimas.

Dimas juga terkesan dengan jangkauan Global Qurban yang tidak hanya menjangkau daerah-daerah Indonesia saja. Melalui acara tersebut, Dimas mengetahui bahwasanya Global Qurban akan mendistribusikan daging-daging kurban pada Iduladha nanti kepada sekitar 50 negara dan 34 provinsi di Indonesia. Menurut Dimas, luasnya jangkauan distribusi kurban ini dapat membuat Global Qurban menjadi lembaga pengelola kurban yang lebih terpercaya.


“Tentunya bisa lebih mempercayakan karena jaringan Global Qurban yang begitu luas secara distribusi dan pengelolaannya sudah sangat profesional. Seperti yang sudah kita lihat langsung hewan-hewan kurban dan kambing-kambing yang dikelola teman-teman dari Global Wakaf ini,” katanya.

Melihat proses pengelolaan itu juga, Alfa Abdurrahman, salah satu anggota Kajian Musawarah yang juga aktivis dakhwah di Instagram melalui akun @hawaariyyun, mengajak para dermawan untuk ikut berkurban pada Iduladha nanti. Bagi Alfa, makna kurban tidak hanya sebatas amal dan berbagi kepada sesama, tetapi juga sebagai salah satu jalan untuk syiar Islam.

“Kita ingin mengajak teman-teman semua agar kita berkurban bersama. Ketika kita berkurban, kita bukan hanya menolong sesama, tapi juga sekaligus sebagai syiar kalau Islam ini adalah agama yang damai,” tutur Alfa. []

Bagikan

Terpopuler