Kala Daging Kurban Mengganti Mi Instan

“Saya mah makan enggak ribet, seadanya. Kadang mi instan satu dibagi berdua, yang penting makan. Jarang kalau makan daging,” aku Weni, warga Kelurahan Bubulak, penerima manfaat daging kurban Global Qurban - ACT. Bahkan, tidak jauh dari pusat kota, masih banyak warga prasejahtera yang belum tentu dapat menikmati daging di hari raya.

Kala Daging Kurban Mengganti Mi Instan' photo
Weni Novita (41) warga Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor, penerima manfaat daging kurban Iduladha 2020 dari Global Qurban – ACT. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Belum ada sekerat daging pun yang diterima keluarga Weni Novita (41) hingga menjelang magrib di hari raya Iduladha, Jumat (31/7). Warga Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, itu mengaku, tahun sebelumnya di hari pertama Iduladha ia telah menerima sebagian daging dari masjid di sekitar tempat tinggalnya. “Tahun ini kayaknya enggak ada yang kurban ya (di masjid)? Enggak tahu juga, biasanya dapat, ini enggak,” cerita Weni kepada ACTNews.

Beberapa waktu lalu, Weni menghubungi layanan Humanity Care Line dari Aksi Cepat Tanggap. Lebaran Kurban ini, Humanity Bikers kembali mengantarkan beras untuk keluarga Weni. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan 1,5 kilogram daging kurban dari Global Qurban – ACT. Dalam pendistribusian daging kurban di wilayah Jabodetabek, Global Qurban - ACT memang berkolaborasi bersama Humanity Care Line agar tepat sasaran dan meminimalisir kerumunan.

“Alhamdulillah, sebenarnya enggak tahu kalau Lebaran ini bakal dapat daging dan beras. Terima kasih ya,” kata Weni.


Humanity Bikers siap berangkat mendistribusikan daging kurban dari titik distribusi di Kantor ACT Bogor, Jumat (31/7). (ACTNews/Gina Mardani)

Bagi Weni, kehadiran daging kurban hari itu menjadi pelipur lara. Ketika dihubungi pengemudi Humanity Bikers Jumat (31/7) sore, dirinya sedang dalam perjalanan dari rumah famili dan menahan sakit di perut. “Jangankan buat ke dokter, buat makan aja kita kadang enggak ada. Saya mah makan enggak ribet, seadanya. Kadang mi instan satu dibagi berdua, yang penting makan. Alhamdulillah ini dianterin daging, ada tambahan gizi," cerita ibu tiga anak itu.


Tidak ada daging, susu, dan obat

Weni mengaku, selain di hari raya Iduladha, keluarganya tidak bisa menikmati daging. Suami Weni, Usman, baru saja berhenti kerja sebagai kernet bus pariwisata. Pandemi yang berimbas pada bidang usaha travel turut mengunci perusahaan tempat Usman bekerja.

Kini, Usman berusaha mencari nafkah dengan jualan kopi keliling di Pasar Anyar Bogor dengan pemberian modal dari kerabat mereka. "Kalau berangkat jam satu malam, saya naik angkot dulu, pulang asar," cerita Usman. Sehari, ia bisa memperoleh keuntungan Rp40 ribu. Itu pun tidak stabil. Usman mengaku, sejujurnya penghasilan tersebut belum bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, baik untuk membeli susu anaknya yang balita, membayar sewa rumah, apalagi untuk mengobati Weni yang sakit.

Weni memang tengah mengalami sakit di perutnya, ia mengaku sakit itu terasa di bekas operasi sesar tiga tahun lalu. Weni sendiri belum pernah memeriksakan lagi karena tidak ada biaya berobat bahkan untuk membayar iuran asuransi per bulan. Weni hanya bisa berdiam diri menahan sakit ketika perutnya kambuh.

"Yang penting sekarang saya usaha dulu, saya enggak ngemis, enggak minta," kata Usman.

Distribusi daging kurban di Kota Bogor memang ditujukan untuk masyarakat prasejahtera yang terdaftar di layanan Humanity Care Line. Head of Humanity Care Line Pungki Martha Kusuma menjelaskan, berdasarkan data yang sudah terverifikasi, distribusi akan tepat sasaran. "Sebelumnya, kami sudah mengkonfirmasi data penerima manfaat. Penerima manfaat daging kurban ini adalah saudara kita yang juga telah menghubungi Humanity Care Line beberapa waktu lalu. Sebab itu, bukan hanya daging, tetapi kita juga kirimkan satu paket dengan beras wakaf," kata Pungki.

Iduladha kali ini, kata Pungki, Global Qurban - ACT menarget 100.000 penerima manfaat di Jabodetabek hingga hari tasyrik ketiga. "Untuk para pekurban yang masih ingin berkurban, Global Qurban siap menyalurkan hewan kurban Anda," tutup Pungki.[]


Bagikan